Kapal KM Kurnia Mati Mesin di Teluk Semaka Tanggamus, 30 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 09:32

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat para penumpang menunggu bantuan datang dan saat berpindah tempat ke kapal penolong, Kamis 9 April 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Kolase foto saat para penumpang menunggu bantuan datang dan saat berpindah tempat ke kapal penolong, Kamis 9 April 2026 | ist/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Sebuah kapal motor penumpang, KM Kurnia, mengalami kerusakan mesin saat berlayar di perairan Teluk Semaka, Kabupaten Tanggamus, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan kapal terkatung-katung di tengah laut hingga seluruh penumpang harus dievakuasi ke kapal lain.

Kapal tersebut diketahui melayani rute penyeberangan dari Pelabuhan Kotaagung menuju wilayah pesisir seperti Teluk Brak, Karang Brak, Way Asahan, Tirom, Kaurgading, Martanda, Tampang Tua, Tampang Muda hingga Pulau Tabuan. Transportasi laut ini menjadi salah satu moda utama bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Tanggamus.

Dalam kondisi normal, perjalanan laut pada rute tersebut dapat memakan waktu hingga lima jam. Namun insiden siang itu berubah menjadi momen menegangkan ketika mesin kapal mendadak mati di tengah perjalanan, tepatnya di perairan sekitar Pekon Way Nipah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerusakan diduga terjadi pada bagian kipas (propeller) yang mengalami kebocoran, sehingga mesin tidak dapat berfungsi. Kapal pun terombang-ambing di tengah laut, sementara angin kencang dan gelombang yang cukup besar memperparah situasi.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat pesisir terhadap transportasi laut. Warga menilai kondisi tersebut memiliki risiko besar, terutama saat cuaca buruk maupun terjadi gangguan teknis kapal.

Selain itu, kejadian ini juga memunculkan kembali harapan masyarakat terhadap pembangunan akses jalan darat yang memadai di wilayah pesisir.

Salah satu penumpang, Rohmuddin, mengungkapkan bahwa awalnya anak buah kapal (ABK) masih berupaya memperbaiki mesin. Namun karena kerusakan tidak kunjung teratasi, akhirnya bantuan dari kapal lain kembali diminta.

“Kami sempat berdampingan dengan KM Sumber Rejeki, tapi saat itu mereka melanjutkan perjalanan. Setelah mesin tidak bisa diperbaiki, akhirnya mereka dihubungi kembali untuk membantu evakuasi,” kata Rohmuddin, Jumat 10 April 2026.

Rohmuddin menyebut, proses evakuasi dilakukan di tengah laut dengan risiko tinggi. Penumpang harus berpindah dari KM Kurnia ke KM Sumber Rejeki dalam kondisi gelombang yang cukup kuat, berpotensi terjepit antar kapal maupun terjatuh ke laut.

“Meski berlangsung menegangkan, seluruh penumpang yang berjumlah sekitar 30 orang berhasil dievakuasi dengan selamat dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di Pelabuhan Pekon Kaurgading tanpa adanya korban jiwa maupun luka-luka,” jelasnya.

Rohmuddin berharap perhatian dari pemerintah daerah hingga pusat, termasuk Bupati Tanggamus, Gubernur Lampung, hingga Presiden Republik Indonesia, agar akses jalan darat segera direalisasikan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat pesisir.

“Kami berharap kepada Bupati Tanggamus H. Moh. Saleh Asnawi, Gubernur Lampung, hingga Presiden Republik Indonesia agar pembangunan jalan darat segera diwujudkan. Ini kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir,” harapnya.

Kepala Pekon Tampang Muda, Hamid, menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya infrastruktur darat. “Ini bukan kejadian pertama. Kami berharap pemerintah segera melanjutkan pembangunan jalan Way Nipah–Tampang Muda karena ini kebutuhan mendesak,” harapnya. (*)

Berita Terkait

Viral Keributan di Acara Musik Lampung Barat, Anggota DPRD Prayitno dan Dua Pihak Sepakat Berdamai
Gebrakan Baru Bupati Saleh, Pemkab Tanggamus Hapus Denda PBB-P2, Warga Cukup Bayar Pokok Pajak hingga 31 Desember 2026
Polres Pesisir Barat Gerebek Dua Kampung Narkoba, Dua Terduga Pengedar Diamankan Bersama 67,64 Gram Ganja dan Alat Hisap Sabu
Pemancing Ditemukan Meninggal Mengambang di Perairan Pantai Way Redak Pesisir Barat
Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Pedagang Perempuan Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi di Tanggamus
Kabar Baik! Warga Lampung Kini Bisa Sampaikan Aduan Langsung ke Kapolda, Catat Nomor Hotlinenya
Kapolres Tanggamus Sambut Audit Itwasda Polda Lampung, Quality Assurance Sasar Empat Bidang Utama
Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:19

Viral Keributan di Acara Musik Lampung Barat, Anggota DPRD Prayitno dan Dua Pihak Sepakat Berdamai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:57

Gebrakan Baru Bupati Saleh, Pemkab Tanggamus Hapus Denda PBB-P2, Warga Cukup Bayar Pokok Pajak hingga 31 Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:25

Polres Pesisir Barat Gerebek Dua Kampung Narkoba, Dua Terduga Pengedar Diamankan Bersama 67,64 Gram Ganja dan Alat Hisap Sabu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:12

Pemancing Ditemukan Meninggal Mengambang di Perairan Pantai Way Redak Pesisir Barat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Pedagang Perempuan Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi di Tanggamus

Berita Terbaru