Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kabar duka meninggalnya seorang operator ekskavator asal Kabupaten Tanggamus, Lampung, bernama Ratwon alias Mbah Rawon viral di media sosial, Minggu (10/5/2026).
Almarhum disebutkan bekerja sebagai operator ekskavator di lingkungan Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW) dan ditemukan meninggal dunia saat berada di lokasi kerjanya di Kampung Bumi Sentosa, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang.
Informasi meninggalnya Mbah Rawon pertama kali ramai beredar melalui unggahan media sosial dan grup percakapan WhatsApp. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pihak rekan kerja kesulitan menghubungi keluarga korban sehingga meminta bantuan masyarakat untuk menyampaikan kabar duka kepada keluarga di Kabupaten Tanggamus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa almarhum ditemukan meninggal dunia pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB di rumah tempatnya menginap selama bekerja. Korban diketahui memiliki alamat KTP di Pekon Sri Kuncoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.
Dalam narasi itu disebutkan bahwa biasanya almarhum pagi pukul 06.00 WIB sudah berangkat kerja. Namun pagi itu sekitar pukul 07.00 WIB belum juga keluar rumah sehingga tetangga yang bernama Mbah Man merasa curiga dan mendatangi tempat almarhum menginap.
“Saat dicek, almarhum ditemukan sudah tergeletak di samping kulkas dalam keadaan meninggal dunia,” tulis informasi yang beredar di media sosial.
Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, diketahui bahwa jenazah pria tersebut benar merupakan warga Pekon Sri Kuncoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Jenazah almarhum juga telah dipulangkan ke kampung halamannya dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Warno, warga Pekon Sri Kuncoro, membenarkan bahwa Ratwon alias Mbah Rawon merupakan warga di pekon tersebut dan memiliki istri bernama Parilah. Keluarga bersama warga telah melaksanakan proses pemakaman almarhum.
“Benar, beliau warga Sri Kuncoro dan sudah dimakamkan di TPU Sri Kuncoro pada malam ini juga,” kata Warno saat dikonfirmasi. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







