Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kebakaran hebat melanda Toko Diamon Berkah yang berada di Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Minggu (28/6/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan beserta sebagian besar isi toko.
Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, api diduga berasal dari korsleting listrik pada sambungan kabel di sisi bangunan toko. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melahap bangunan yang berisi berbagai barang dagangan.
Salah seorang warga, mengaku saat melintas di depan toko, dirinya melihat kepulan asap hitam dari bagian belakang bangunan, ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tanggamus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kadis Damkarmat Tanggamus, Firdaus Tarunajaya mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 07.17 WIB dari seorang pelapor bernama Suwanda. Sehingga pihaknya menerjunkan 2 mobil Damkar dan 1 mobil suplay air.
“Petugas dari Pos Damkar Semaka dan Pos Damkar Kota Agung langsung menuju lokasi dan tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan,” kata Firdaus.
Menurutnya, kebakaran terjadi di bangunan milik H. Oji (48), warga Pekon Dadimulyo, Kecamatan Wonosobo. Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting listrik.
Ia menyebut, proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena bangunan toko dalam kondisi tertutup rapat dan dipenuhi berbagai barang yang mudah terbakar.
“Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dan dibantu warga menggunakan mesin penyedot air,” ujarnya.
Setelah hampir tiga jam berjibaku memadamkan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran. Beruntung, api tidak merembet ke rumah warga di sekitar lokasi.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian toko masih dalam keadaan tutup dan belum ada karyawan yang berada di lokasi,” tegasnya.
Usai api berhasil dipadamkan, para karyawan berupaya menyelamatkan sisa barang yang masih dapat digunakan dengan mengeluarkannya dari dalam toko dan mengumpulkannya di halaman.
“Berdasarkan data sementara kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta,” tandasnya. (*)

Herdi Abas adalah Wartawan Muda yang tersertifikasi Dewan Pers Republik Indonesia. Aktif meliput peristiwa daerah, sosial, dan kriminal dengan pendekatan jurnalistik yang faktual, objektif, dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik. Nomor Sertifikasi Dewan Pers: 31002-LSPR/Wda/DP/XI/2025/12/11/68







