Menu

Mode Gelap
 

Desa · 3 Jun 2023 13:03 WIB ·

Petani Kedelai Umbul Solo Tanggamus Harap Bantuan Air dan Harga Jual Usai Dikunjungi Mentan Bersama Mendag


 Petani Umbul Solo, Gimin dan Dua Rekannya saat Memberikan Keterangan Kepada Media Prioritas, Jumat 2 Juni 2023. (Herdi/Media Prioritas). Perbesar

Petani Umbul Solo, Gimin dan Dua Rekannya saat Memberikan Keterangan Kepada Media Prioritas, Jumat 2 Juni 2023. (Herdi/Media Prioritas).

Prioritastv.com, Tanggamus – Petani di lahan Umbul Solo, Pekon Banjarmasin Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus menyebut keunggulan lahan pertanian disana adalah tanahnya yang subur sehingga dapat mendukung program penanaman kedelai Provinsi Lampung.

Terhadap penanaman kedelai, masyarakat disana juga tergolong telah ahli sebab beberapa tahun lamanya mengelola pertanian kedelai pada saat musim tanam bahkan telah mendapatkan bantuan alat pertanian sehingga meringankan mereka.

Selain itu, petani juga telah memiliki teknis waktu penanaman kedelai yakni pada saat musim kemarau dan saat penghujan mereka akan menggunakan lahan untuk menanam padi sehingga lahan terus berproduksi setiap musimnya.

Namun demikian, pada saat tanam kedelai tersebut petani menemukan kendala penanaman terkait kekurangan air guna penyiramanan tanaman sehingga mereka berupaya menyedot air sungai dan tentunya menambah biaya produksi.

Selain terkait pengairan, petani setempat juga mengeluhkan harga kedelai yang tidak bersahabat sehingga diharapkan pemerintah dapat mencarikan jalan terbaik ketika mereka panen kedelai.

Seperti diutarakan, Gimin bahwa terkait lahan mereka bersyukur sebab lahan di Umbul Solo sangat subur dan juga bibit kedelai mereka telah memilikinya baik secara swadaya maupun bantuan.

“Untuk bibitnya (kedelai) kami enggak ada kendala sebab kami dari dulu ada swadaya maupun bantuan pemerintah,” kata Gimin didampingi 2 rekan petaninya.

Gimin menyebut, mereka juga terkendala air sebab mereka harus ngebor maupun menyedot sungai sehingga diharapkan adanya perhatian pemerintah.

“Air itu ya, memang enggak banyak cuma untuk menumbuhkan tapi kita harus ngebor, ini kami butuh sumur pantek atau sumur bor juga alkon (penyedot air) itu,” ucapnya.

Ditambahkannya, bahwa kendala lainnya adalah harga jualnya yang kurang baik sehingga diharapkan kedepanya harga dapat meningkat.

“Kemarin harga Rp10 ribu, harapannya ya harga untuk harga ditingkatkan lagi menjadi Rp15 ribu, sehingga sehingga dapat mencukupi produksi dan mendapatkan hasil,” tandasnya. 

Sebelumnya diberitakan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan serta Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin dan Gubernur Lampung, Arinal Junaidi gelar kunjungan kerja di Pekon Banjarmasin, Bulok, Tanggamus, Jumat 2 Juni 2023.

Kunjungan itu merupakan Gerakan Tanam Kedelai dengan tujuan mengembangkan tanaman kedelai, sekaligus motivasi serta memberikan semangat kepada para petani untuk menanam kedelai di Provinsi Lampung. (Herdi)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabupaten Tanggamus Terima Penghargaan Plakat Adipura Tahun 2023

5 March 2024 - 19:12 WIB

Meski PDI-P 10 Kursi, Caleg DPRD Tanggamus Suara Tertinggi di Pemilu 2024 asal PKB, Ini Peringkatnya ?

5 March 2024 - 11:04 WIB

KPU Tanggamus Finalisasi Hasil Rapat Pleno Terbuka Pemilu 2024, Catatkan Sejarah dan Penuh Kegembiraan

5 March 2024 - 09:37 WIB

Axel, Korban Hanyut di Sungai Way Bulok Pringsewu Ditemukan di Jogyakarta

5 March 2024 - 08:58 WIB

Ketua PPK Bulok Ngacir Usai Diperiksa Gakkumdu Tanggamus

5 March 2024 - 01:41 WIB

Tancap Gas, Pj Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

5 March 2024 - 01:28 WIB

Trending di Lampung