Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Sembilan pelajar diamankan polisi bersama warga sebab mereka hendak tawuran di wilayah Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung tadi malam Sabtu, 19 Agustus 2023, sekitar pukul 23.30 WIB.
Kesembilan pelajar diantaranya siswa SMP terdiri dari MRA (13), MAA (14), APR (15), AJ (13) , PN (15), IR (14) dan LR (14). Sedangkan yang pelajar SMK inisial RS (16) dan SA (15), mereka diamankan di sekitar pasar Sukoharjo dan masjid Jami Pekon Sukoharjo III.
Kapolsek Sukoharjo, Iptu Poltak Pakpahan mengatakan, sekitar pukul 23.15 Wib pihaknya menerima informasi dari warga tentang akan adanya tawuran antar pelajar di pasar Sukoharjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehingga atas informasi tersebut, langsung mendatangi TKP dan melakukan pengejaran terhadap kelompok yang hendak tawuran tersebut.
“Setelah melakukan penyisiran dengan dibantu warga sekitar akhirnya berhasil mengamankan sembilan remaja yang masih berstatus pelajar SMP dan SMK,” kata Poltak dalam keterangan tertulis yang diterima Media Prioritas.
Kapolsek melanjutkan, selain kesembilan remaja tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan 4 unit sepeda motor, 1 buah rantai, 1 buah sarung dan 1 bilah pisau.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, tawuran itu dipicu tantangan oknum salah satu alumni SMP di Sukoharjo terhadap alumni SMP lain.
Kemudian para alumni ini mengajak pelajar SMP ditempat sekolahnya dulu serta alumni disekolah lain untuk ikut bergabung.
“Beruntung tawuran ini bisa dicegah dan tidak sampai jatuh korban,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kesembilan pelajar berikut barang bukti masih diamankan di Mapolsek Sukoharjo. Pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak sekolah dan para orang tua.
“Ya saat ini masih kami lakukan pembinaan di Polsek dengan melibatkan peran sekolah dan orang tuanya,” ungkapnya.
Poltak mengimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi secara ketat keberadaan dan aktivitas anak-anaknya saat diluar rumah serta memastikan sudah berada dirumah sebelum pukul 22.00 Wib.
“Hal itu mengantisipasi maraknya kenakalan remaja termasuk aksi tawuran yang meresahkan,” tandasnya. (Nugroz)








