Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Warga Pekon Karang Brak Kecamatan Pematang Sawah Kabupaten Tanggamus, keluhkan pengurus sarana penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang tidak ada rasa tanggung jawab dan semena-mena terhadap warga.
Pasalnya, perbuatan pengurus Pamsimas di Pekon tersebut yang bernama Ariyanto, diduga memakai maki salah satu warga akibat terlepasnya selang air yang tumpah ke badan jalan, sehingga pengurus memutuskan saluran air warga tersebut padahal tidak tau adanya saluran air terlepas tumpah kejalan.
Atas kejadian tersebut, warga yang berdampak pemutusan tidak mendapatkan persediaan air bersih yang sehari-hari digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Bukan hanya itu, ia juga merasa di terzolimi lantaran dituduh penyebab terjadinya masalah kebocoran selang air tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan warga setempat, Fadil mengatakan, perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan pengurus air bersih itu menimpa pada dirinya dan istrinya pada Jumat 30 September 2023 sekira pukul 05.20 WIB sore hari.
Kejadian itu berawal, saat saya berada didepan menunggu warung, tiba tiba terdengar suara keributan di belakang rumah, dengan seketika itu saya menghampiri ternyata istri saya sedang beradu argumen dengan pengurus air bersih. Melihat kejadian itu spontan saya bertanya kepada pengurus pengurus Air tersebut.
“Ada apa ini, ia menjawab dengan nada kasar kenapa airnya dibuang..! saya menjawab tidak tau jika selang itu terlepas, malah dia menjawab dengan nada garang ‘Tidak ada urusan’ kata dia, setelah itu diputus aliran air saya dan setelah memaki-maki istri saya,” ujar Fadil saat menceritakan kejadian itu, Senin (2/10/2023).
Menurut Fadil, terkait masalah itu semestinya pengurus bertanya baik-baik karena sudah sewajarnya mereka menjadi tanggung jawabnya apabila ada kerusakan atau kebocoran selang air. Dan juga dilihat apa permasalahan sehingga selang air itu bocor bukan menuduh orang lain tampa ada bukti.
Fadil juga mengatakan, air bersih itu sebenarnya program Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk pedesaan terhadap fasilitas air minum/bersih dan mensejahterakan masyarakat. Sementara untuk pendanaan pembangunan Pamsimas itu bersumber dari Pemerintah, bukan dibangun dari kantong pribadi. Disamping itu juga masyarakat tidak cuma cuma menggunakan air itu tetap membayar iuran tiap bulan.
Maka dari itu, saya menyayangkan perbuatan seorang pengurus dengan memaki-maki istri saya dan memutus saluran air saya, itu sudah diluar batas kewajaran, padahal dirinya tidak tau asbab terjadinya bocornya saluran air yang tumpah ke badan jalan.
“Air bersih itu dibangun dari dana Pemerintah dan tiap bulan kami dipungut biaya sebesar Rp.20ribu, jadi kami masyarakat tidak cuma-cuma mendapatkan air tersebut. Lagian pula sudah sewajarnya jika ada kerusakan tanggung jawab pengurus karena dia digaji dari dana iuran tersebut,” terang Fadil.
Fadil juga mengaku, bahwa dirinya sudah berkoordinasi sama Kepala Pekon dan RT setempat terkait perselisihan ini namun sampai saat ini belum ada tindakan dan jalan keluar.
“Saya sudah laporan tapi tidak ada tindak lanjut, apa mesti saya laporan ke Pemerintah Daerah (Pemkab) atau pun ke pihak kepolisian terkait permasalahan ini karena saya sudah terzolimi dan dirugikan,” pungkas Fadil.
(Sis)








