https://youtu.be/P2tQcRnBAeI?si=ZWRCXuF6kh245CqW
Prioritastv.com, Jakarta – Ketegangan Militer Hamas Palestina dan Israel terpantau terus memuncak, setelah sebelumnya meluncurkan roket ke Israel.
Sekitar 2000 warga Israel kocar kacir saat pasukan Hamas membombardir kawasan tersebut dan milisi terus merangsek memasuki wilayah yang dikuasai Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini para milisi membuldozer perbatasan di gaza, Sabtu 7 Oktober 2023, siang Waktu Indonesia Barat.
Perobohan pembatas pintu masuk kawat dikakukan menggunakan buldozer diiringi gema takbir para milisi seperti video 17 detik yang diterima Media Prioritas.
“Alllahu Akbar, Alllahu Akbar,” terdengar gema takbir tersebut.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh bahkan sujud kepada Allah setelah serangan terhadap Israel tersebut.
Namun mirisnya, pada video lainnya serangan udara Israel juga menargetkan RS Indonesia di Gaza, Palestina.
Pejabat berwenang melalui, kanal media sosialnya menyebut satu staf meninggal terkena serangan.
“Satu staf lokal MER-C yang tengah berada di lokasi, Abu Romzi, syahid akibat serangan ini,” tulisnya.
Pasukan khusus Israel saat ini sedang membersihkan jalan-jalan di Sderot, Kota di Israel.
Komandan militer Hamas, Mohammad Deif, mengumumkan operasi ini telah dimulai melalui siaran di media Hamas. Melalui pengumumannya, ia mengajak seluruh warga Palestina untuk ikut berjuang.
“Ini adalah hari pertempuran terbesar untuk mengakhiri pendudukan terakhir di dunia,” kata Deif, dikutip dari Reuters, sambil menyebutkan bahwa pihaknya telah meluncurkan 5.000 roket ke Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi menyatakan keadaan perang setelah Hamas meluncurkan 5.000 roket dan serangan darat, Sabtu (7/10/2023).
“Warga Israel. Kami sedang perang dan kami akan menang,” ungkap Netanyahu melalui pernyataan publiknya, dikutip dari Times of Israel, Sabtu (7/10/2023).
“Musuh (Hamas) akan menanggung akibat yang belum pernah mereka alami sebelumnya,” lanjut Netanyahu lima jam sejak Kelompok Islam Palestina, Hamas, melakukan serangan kepada Israel.
Sementara itu layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengatakan bahwa setidaknya 22 orang tewas akibat serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Hamas. Lalu, sekitar 70 orang lainnya mengalami luka berat.
Menurut laporan Reuters, masyarakat di Gaza telah berbondong-bondong membeli persediaan makanan dan minuman serta mengungsi untuk mengantisipasi konflik selama beberapa hari ke depan. (DK)








