Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dipicu masalah permainan (game) ludo di aplikasi handphone, seorang pria inisial RM (28) warga Pekon Betung Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung menusuk temannya.
Namun, patut diapresiasi, ia akhirnya menyerahkan diri ke polisi sebab ia menyadari telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban bernama Amirul (25) mengalami luka tusuk di bokong.
Tersangka menyerahkan diri juga atas tindakan persuasif kepolisian, melalui pendekatan kepada keluarganya, setelah polisi menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan itu sendiri terjadi pada hari Senin, 25 September 2023 di Pekon Betung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejadian tersebut dilaporkan Sukhori, selaku paman korban ke Polres Tanggamus, sebab ia tidak terima, korban Amirul selaku keponakannya mengalami luka tusuk pada bagian bokong.
Kasat Reskrim Polres Tanggamus, Iptu Hendra Safuan mengatakan, tersangka menyerahkan diri ke Polres Tanggamus, kemarin Rabu, 11 Oktober 2023, sekitar jam 11.00 WIB.
Kronologis kejadian bermula dari pertengkaran yang terjadi di warung milik Rudi Arianto di Pekon Betung. Padahal sebelum kejadian keduanya bersenda gurau, namun situasi berubah menjadi berkelahi.
Dalam kejadian itu, berujung pada korban Amirul Khoir terluka akibat tusukan benda tajam di bagian bokong sebelah kiri dan segera dilarikan ke Puskesmas Waynipah untuk penanganan medis.
“Sedangkan pelapor Sukhori melaporkan kejadian ini ke Polres Tanggamus guna penanganan hukum lebih lanjut,” kata Iptu Hendra Safuan dalam keterangan tertulis yang diterima Media Prioritas, Jumat 13 Oktober 2023.
Ditambahkannya, dalam perkara tersebut, turut diamankan barang bukti berupa satu lembar tanda bukti berobat dan satu helai celana jeans panjang.
“Kasus ini kini akan menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan Pasal 351 KUHPidana. Ancaman 5 tahun penjara,” tandasnya.
Sementara itu, menurut RM, pemicu penganiayaan itu bermula dia, korban dan dua temannya bermain game ludo di sebuah warung, namun saat itu korban kalah sehingga membuatnya emosi.
“Gara-gara main ludo, baru mulai yang main 4 orang. Masalahnya sepele gara-gara korban kalah Rp1000,. Korban ngotot dan kami sempat brantem tangan kosong, namun dipisah warga setempat,” kata RM di Mapolres Tanggamus. (Edi Hidayat)








