Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Kebocoran tabung gas volume tiga kilogram mengakibatkan kebakaran dan meludeskan seisi rumah warga dan warung milik Jumari (44) yang terjadi pada Jumat, 20 Oktober 2023, pukul 06.00 WIB di Pedukuhan Gununghaji, Dusun Padang Manis Pekon Ampai, Kecamatan Limau, Tanggamus.
Pasalnya, kebocoran gas yang berdekatan dengan bara api seketika memicu kobaran api dahsyat yang dengan cepat merambat dan menjilat habis seluruh bangunan rumah dan warung berukuran 6×9 meter. Beruntung Jumari, bersama anak dan istrinya, berhasil menyelamatkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kala kejadian, Jumari juga sempat mengevakuasi sepeda motor dan televisi mereka. Namun, seluruh harta benda dan perabotan rumah tangga lenyap dalam lautan api yang membara.
Total kerugian yang diderita Jumari mencapai lebih dari Rp100 juta, dengan rincian rumah senilai Rp70 juta, perabotan senilai Rp16 juta, barang dagangan warung senilai Rp5 juta, tabungan sekitar Rp6 juta, dan dua ponsel senilai Rp2 juta.
Jumari mengatakan bahwa sebelum kejadian, gas yang didalam tabung miliknya habis dan ia pun hendak menggantikan dengan tabung gas yang baru, namun setelah ia memasang regulator, tiba-tiba gasnya bocor.
“Saat saya hendak nyalakan kompor, namun tidak hidup, tiba-tiba gas yang ada didalam tabung tersebut nyembur,” kata Jumari ditemui di lokasi rumahnya yang terbakar.
Jumari menjelaskan, bahwa sekitar jarak dua meter sebelumnya ia menyalakan api pakai kayu bakar, sehingga api dari kayu bakar tersebut menyambar tabung gas yang bocor tersebut.
“Setelah lima menit dari itu, tabung gas meledak dan menyebabkan kebakaran, dan masyarakat sekitar tidak bisa berbuat apa-apa, terkendala air, sehingga rumah saya habis terbakar,” jelasnya.
Jumari mengaku bahwa dirinya telah mendapatkan perhatian pemerintah desa maupun kecamatan sehingga dirinya dan keluarga masih bisa makan.
“Alhamdulillah untuk makan satu hari, dua hari ini sudah tercukupi atas bantuan desa maupun dari kecamatan,” tandasnya.
Sementara itu, menurut Ahmad Khumami selaku Kepala Dusun (Kadus) Padang Manis, Pekon Padang Manis, saat kejadian masyarakat membantu korban dengan alat seadanya mengingat tidak ada posko Damkar di wilauyah Limau.
“Kami berusaha memadamkan api dengan alat seadanya, namun karena kendala api terlalu besar sehingga tidak tertolong,” kata Ahmad.
Ia menyebut, paska kebakaran warga juga bergotong membersihkan puing-puing sisa kebakaran juga memberikan bantuan semampu mereka. Korban juga telah menerima bantuan pekon dan kecamatan.
“Ada sedikitnya dari pekon, termasuk camat, ada kami sudah memberi beras, pakaian, makanan cukuplah jika untuk satu minggu ini,” bebernya.
Ia menambahkan, kedepannya pihak pekon juga sedang berupaya membantu korban dengan berbagai cara dan berharap adanya bantuan dari pihak lain maupun para dermawan.
“Kalau bisa dari yang lain para dermawan, ya sekiranya bisa membantu, kami sangat berharap membantu warga tersebut,” harapnya.
Musibah ini telah memicu simpati yang mendalam, Camat Limau, Yusef, beserta jajarannya, serta Kepala Pekon Ampai, Joni Saputra, segera melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran untuk memberikan bantuan sembako serta memberikan dukungan moral kepada korban.
Aparat pemerintah dan warga sekitar bergotong-royong dalam upaya membersihkan reruntuhan dan puing-puing kebakaran.
Saat ini, prioritas utama adalah menyediakan bantuan berupa makanan dan pakaian bagi korban yang kehilangan segalanya, termasuk mendukung korban agar tidak trauma.
Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di rumah tinggal atau dimanapun. (S.Kheir)








