Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Beredar di media sosial, seorang wali murid menyampaikan keprihatinan atas praktek perjudian yang meresahkan, mencatat bahwa anak-anak seringkali membeli lotre gosokan dengan uang saku mereka.
Pasalnya, akibat lotre itu dikhawatirkan anak-anak menjadi terobesesi hadiah yang besar ditengan ketidakmampuan untuk membeli makanan dan minuman yang seharusnya menjadi prioritas dari anak-anak seumur mereka.
“Dimohon untuk Babinsa atau Bhabinkamtibmas Polsek Pugung untuk mengadakan penertiban di wilayah hukumnya, untuk sesegera mungkin menindak lanjuti adanya praktek perjudian di wilayah bapak, melalui sebuah permaianan lotre gosokan dan benang cabutan berhadiah,” tulis salah satu netizen di salahsatu group facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, lokasi lotre tersebut terjadi di sekolah Mima Kebumen Pekon Banjar Agung Udik, Pugung, Tanggamus.
“Terima kasih mohon dengan sangat karna ini mewakili banyak suara dari para wali murid,” tandasnya.
Merespon hal itu, Polsek Polsek Pugung Polres Tanggamus menerjunkan Bhabinkamtibmas bersama Kanit Binmas dengan MI Mathlaul Anwar, Kebumen, Pekon Banjar Agung Udik, Pugung.
Kapolsek Pugung Ipda Ori Wiryadi, mengatakan pihaknya telah merespon informasi dengan kunjungan ke sekolah untuk menindaklanjuti aduan tersebut, dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak sekolah siang tadi Selasa, 21 November 2023.
“Pihak sekolah juga memberikan kesempatan kami untuk memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi MI Mathlaul Anwar agar tidak terlibat dalam praktek pemblkan lotre dan untuk menggunakan uang saku dengan bijak,” kata Ipda Ori Wiryadi kepada Media Prioritas.
Kapolsek melanjutkan, usai penyuluhan, kami juga berkeliling menemui para pedagang untuk memastikan apakah benar adanya lotre tersebut, namun pada hari tadi tidak ditemukan adanya penjual.
“Kami sudah periksa, yang jualan lotere waktu tadi kesana sudah tidak ada. Namun kami tetap imbau anak-anak tidak lagi membeli lotere termasuk para pedagang agar tidak menjualnya,” ujarnya.
Kapolsek menegaskan, aksi respon ini merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.
“Wali murid yang melaporkan menyampaikan terima kasih atas tindakan cepat Bhabinkamtibmas dan Kanit Binmas dalam menanggapi permasalahan yang merugikan para siswa-siswi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepsek MI Mathlaul Anwar, Nurul Halim mengatakan pihaknya memang sudah mengetahui dan melarang adanya penjualan lotere bahkan pedagang sudah tidak datang.
“Kami sebelumnya memang sudah melakukan langkah dengan melarang anak-anak membeli dan melarang penjual berdagang lotre pada jari sebelumnya,” kata Nurul Halim.
Pun demikian, ia mengaku berterima kasih atas kehadiran Bhabibkamtibmas ke sekolahnya sehingga para siswanya semakin faham bahwa pembelian lotre memiliki efek negatif.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Polres Tanggamus melalui Bhabinkamtibmas yang telah datang ke sekolah kami. Sehingga anak-anak semakin faham negatifnya lotre,” tandasnya. (Herdi)








