Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Paska bencana banjir yang terjadi pada dinihari tadi, Kamis 30 Nopember 2023, sejumlah pejabat terjun ke lokasi. Pantauan disana selain Pejabat Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan, juga terlihat sejumlah pejabat kepolisian.
Di lokasi bencana yang merendam 100 rumah warga, 30 diantaranya mengalami rusak berat itu tampak Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Anang dan dua Pamen Mabes Polri yang BKO di Polda Lampung yakni Kombespol Agus Wibowo dan Kombespol Abrar Tantulani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pejabat Polri itu mengaku datang sebagai respon cepat guna hadir ditengah-tengah masyarakat, juga membantu permasalahan yang terjadi di lapangan, sehingga kedepannya dapat meminimalisir bencana.
Hal itu disampaikan Dir Binmas Polda Lampung Kombes Anang, yang mengaku datang setelah menerima informasi adanya bencana alam.
“Bencana alam ini walaupun tidak ada korban jiwa, namun ada kerugian material, kami tugas polisi adalah bagaimana dengan adanya bencana kita bisa membantu masyarakat untuk meringankan,” kata Anang kepada Media Prioritas Network di lokasi kejadian.
Ia menyebut, bantuan itu sebagai upaya mengatasi persoalan ini dengan melibatkan seluruh stakeholder yang hadir. Pihaknya menghimpun permasalahan apa yang ada.
“Ternyata di sini kita lihat tadi adanya pandangkalan sungai, tentunya nanti akan dilanjutkan dengan upaya-upaya dan sebagainya,” ujarnya.
Anang melanjutkan bahwa pada pihak kepolisian adanya kegiatan kontijensi, sehingga ketika ada musibah atau bencana, Polri harus hadir membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan.
“Makanya kami dari Polda turun ke sini melihat fakta di lapangan untuk ditindaklanjuti lebih lanjut, juga melapor kepada bapak Kapolda tentunya nanti akan berkordinasi dengan tingkat Provinsi jika memang diperlukan,” ungkapnya.
Anang menegaskan, kedatangan pihaknya bisa membantu menyelesaikan persoalan di lokasi bencana, sehingga dengan adanya masyarakat yang terdampak dapat melakukan langkah terbaik, seperti berdirinya pos kesehatan.
“Langkah lainnya mungkin pembenahan kaitannya dengan infrastruktur yang harus kita selesaikan percepatan karena sekarang kan musim penghujan. Sebab tidak menutup kemungkinan hal serupa akan terjadi di kita. Makanya kita harus mengambil langkah-langkah antisipasi. Jangan sampai bermasalah di kemudian hari,” tandasnya.
Ditempat sama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tanggamus Sukisno mengatakan, upaya penanganan infrastruktur salah satunya tindakan lebih cepat yaitu pengerukan material longsoran.
“Pengerukan mungkin sore hari ini alatnya datang dan bisa mulai bekerja untuk beberapa tempat membersihkan materialnya. Ataupun biar pendangkalannya bisa teratasi,” kata Sukisno.
Sukisno mengimbau masyarakat mewaspadai cuaca hujan dan masyarakat harus menyadari bertempat tinggal di daerah lebih rendah, sehingga harus antisipasi sedini mungkin untuk berperilaku waspada.
“Sehingga ketika terjadi hal hal yang tidak diinginkan dan juga masyarakat juga harus bahu membahu membantu pemerintah untuk membersihkan daerah siring-siring kecil melalui bergotong royong sehingga memperlancar air dari atas sana,” imbaunya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi Polres Tangggamus melalui Humasnya bahwa berdasarkan data yang dihimpun dilokasi paska bencana diketahui jalan raya Dusun Tanjung Anom Pekon Tanjungan, Pematang Sawa terputus akibat material longsor, terdapat 3 rumah terdampak diantaranya milik Sunoto, Mamik dan Surjani. Serta satu masjid tergenang.
Kemudian, terdapat tiga titik abrasi dan pendangkalan aliran Way Burnai Pekon Tanjungan, Pematang Sawa tepatnya di belakang rumah Sapuan, Hata dan belakang rumah Yusuf. Serta satu titik abrasi aliran Way Kedatuan Tanjung Anom.
Selanjutnya, jembatan putus atau ambrol di Dusun Baturaja Pekon Betung Pematang Sawa dan tanggul jebol pada aliran sungai juga ditemukan di Way Betung Pekon Betung.
Akibat ambrolnya aliran Way Betung, menyebabkan SDN 1 Pekon Betung terendam dan menyisakan material lumpur, lalu 30 rumah mengalami kerusakan, sementara 70 rumah tergenang air hanya meninggalkan material lumpur namun saat ini sudah surut.
Selain di Pematang Sawa, kerusakan juga ditemukan pada jembatan Pekon Tugupapak, Kecamatan Semaka mengalami jebol pada salah satu sisi sehingga dikhawatirkan jembatan ambruk.
Saat ini jalan di Pekon Tanjungan Pematang Sawa sudah bisa dilewati motor maupun mobil roda empat, sebab material sudah dibersihkan material lumpur dan batu oleh warga masyarakat menggunakan alat seadanya.
“Lalu lintas pada ambrol di Pekon Betung dialihkan melalui jalan alternatif gang, namun kondisi jembatan gang juga sedikit menggantung sehingga kendaraan roda enam tidak dapat melintas,” kata Kasi Humas Polres Tanggamus Iptu M. Yusuf.
Kasi Humas mengungkapkan, langkah-langkah yang dilakukan selain meninjau dan membantu pembukaan jalan, Polres Tanggamus juga telah berkoordinasi dengan Forkopimda guna penanganan paska bencana.
Kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk evakuasi yang telah disiapkan oleh tim penanggulangan bencana setempat.
“Upaya pemulihan dan penanganan bencana masih terus dilakukan, dan Polres Tanggamus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam mengatasi dampak bencana banjir di Pematang Sawa,” tandasnya.
Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Tanggamus, Hendarman Wahid mengatakan, langkah-langkah yang dilakukan pihaknya dengan kajian cepat, mengerahkan anggota URC ke lokasi melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
Disinggung apakah pihak BPBD Tanggamus akan menerjunkan alat berat eksavator, Hendarman mengaku masih menunggu instruksi atasan. “Kalau dari BPBD belum diterjunkan, nunggu perintah pimpinan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Pekon Betung, Renaldi mengaku khawatir banjir susulan kembali menerjang. Sebab, kondisi saat ini kembali dilanda hujan deras. Sedangkan tanggul jebol di Way Betung belum diperbaiki.
“Banjir akibat luapan sungai Way Betung karena bronjong atau tanggul jebol. Sampai saat ini belum diperbaiki. Kami berharap pemerintah setempat segara menerjunkan alat berat eksavator untuk membuat tanggul sementara,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, paska hujan deras yang terjadi sejak kemarin, banjir bandang menerjang Pekon Tanjungan dan Pekon Betung Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, Kamis 30 Nopember 2023, dinihari tadi.
Akibatnya satu jembatan ambrol di pekon betung dan meterial longsoran yang terdiri dari tanah bercampur batuan menutup jalan utama, sehingga masyarakat bersama petugas gabungan bahu membahu membuka jalan.
Ambrolnya jembatan di Pekon Betung juga mengakibatkan satu sepeda motor Yamaha Vixion Nopol B 4023-NL terjatuh ke dalam sungai. Pengendara bernama Dedi (30) mengalami luka dagu 4 jahitan, penumpang Supri (39) mengalami luka lecet, keduanya merupakan warga Sanggi, BNS.
Tim gabungan kepolisian, TNI dan pemerintah pekon bersama warga melakukan pembersihan material banjir bandang yang menutup jalan. Mereka juga melakukan pendataan kerugian para korban yang rumahnya tergenang, sekolah tergenang, identifikasi jembatan ambrol serta memeriksa jalan alternatif agar lalu lintas tetap berjalan.
Berdasarkan keterangan Nanda, selaku masyarakat Pekon Betung mengatakan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 01.30 WIB air meluap dari Sungai Muara Betung dengan ketinggian lutut orang dewasa.
KUPT Kesehatan Pematang Sawa, Diana mengatakan, bahwa pihaknya akan mendirikan posko kesehatan bencana pada hari ini juga sebagai langkah percepatan penanganan warga terdampak. (Edi Hidayat)








