Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Seorang orang tua wali di Tanggamus mengajukan permohonan kepada Dinas Pendidikan setempat untuk mempertimbangkan penggunaan dialek bahasa daerah yang lebih dikenal di daerah tersebut dalam soal ulangan.
Ia menyatakan keprihatinannya terhadap penggunaan dialek yang kurang dipahami oleh banyak orang tua dan siswa, sebab lazimnya pada ulangan menggunakan dialek Pesisir.
Ia meminta Dinas Pendidikan Tanggamus diminta untuk mempertimbangkan kebutuhan komunikasi yang lebih efektif antara soal ulangan tersebut sehingga anak-anak mereka dapat menjawab dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Permintaan itu disampaikan akun facebook Aswandi Perwira Kesuma, di group Facebook Portal Tanggamus yang iacerminkan keinginan agar materi pembelajaran diarahkan menggunakan dialek yang dikenal luas di Tanggamus.
Unggahan akun tersebut bahkan mendapat sejumlah respon netizen yang mendukung dan berharap ke depannya dapat dipertimbangkan untuk penyesuaian bahasanya.
“Dinas Pendidikan Tanggamus Bisa besinergi dengan KKG atau MGMP bahasa lampung kemudian merumuskan materi dan soal bahasa bahasa lampung menyesuaikan daerah setempat. Insya Allah bisa,” tulis akun Romi Muhammad.
Penilaian berbeda akun lainnya, Erick Alinske yang menyebut bahwa semua dialek agar dapat dipelajari sebagai sejarah adat sehingga anak-anak menjadi faham.
“Semuanya harus di pelajari pak dari bahasa sejarah adat supaya anak kita paham dan mengerti suku lampung kalo bapak nya gak bisa googling aja pak jangan kasih menyerah untuk anak belajar,” tulisnya.
Akun M Afson Ison bahkan menanggapi lebih jauh, berharap Pemprov Lampung membuat satu bahasa resmi berdasarkan musyawarah seluruh masyarakat. Dengan harapan semua orang dapat berbahasa Lampung.
“Seharusnya pemerintah Provinsi Lampung membuat satu bahasa resmi, musyawarah seluruh masyarakat, ambil satu bahasa buat digunakan sebagai bahasa resmi keseharian, jadi semua orang bisa berbicara bahasa lampung,” ujarnya.
Saat dimintai keterangannya, Aswandi Perwira Kesuma, menyebut kejadian tersebut di wilayah Gisting, bahkan ia menyebut sejumlah sekolah juga menggunakan dialek yang sama.
“Coba anda ke gisting aja, coba tanya setiap sekolahan pelajaran bahasa lampungnya, dialeg apa,lain dengan dan bahasa sehari-harinya,” kata Aswandi melalui chat instan, Jumat 13 Desember 2023.
Terkait soal bahasa daerah dengan dialek yang tidak difahami sejumlah pelajar Tanggamus itu ditanggapi Sokip, S.Pd. M.Pd selaku pengawas SD Kabupaten Tanggamus.
Ia menjelaskan terkait dengan muatan bahasa daerah lampung, sudah ada Pergub dan kompetensi yang harus dicapai, untuk diajarkan di sekolah-sekolah.
Sehingga seandainya menginginkan hal yang berbeda khususnya kabupaten tanggamus, mesti bisa dimusyawarahkan oleh orang-orang yang kompeten bidang tersebut.
“Selanjutnya dibuat Perbub Tanggamus dengan kompetensi dasar yang akan dicapai, sehingga bahasa daerah lampung di tanggamus bisa sesuai harapan warga daerah tanggamus,” kata Sokip. (Edi Hidayat)








