Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Keadaan memprihatinkan menimpa Rifa’i, warga Pekon Banyu Urip, Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu. Pria kurang mampu ini, yang hidup sebatang kara, menghadapi kondisi kesehatan yang semakin memburuk akibat penyakit diabetes yang dideritanya sejak November 2023.
Rifa’i, kelahiran 27 November 1976, menceritakan perjuangannya setelah dirawat di rumah sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu selama 4 hari. Dokter mendiagnosis tingginya kadar gula darah mencapai 500, tekanan darah 160/100, dan tensi asam lambung 250. Akibatnya, kaki kirinya mengalami pembusukan dan borok yang semakin meluas.
“Saya berbaring sudah satu bulan ini tidak bisa berbuat apa-apa, saya tinggal seorang diri tidak ada yang merawat saya,” ungkap Rifa’i dengan kesedihan yang mendalam, Kamis 28 Desember 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rifa’i, yang sudah menghabiskan uang 8 juta untuk berobat, menyampaikan keterbatasannya dalam menopang kebutuhan hidupnya. Meskipun telah menjual harta benda, ia kini tidak memiliki lagi yang bisa dijual.
Dalam kesederhanaannya, ia berharap bantuan dari para dermawan untuk biaya berobat dan kelangsungan hidupnya.
“Saya makan saja kalo ada belas kasih dari tetangga. Saya pasrah. Semoga diluar sana ada hati yang tergugah tentang penderitaan saya,” harapnya.
Diketahui, Rifa’i yang tidak memiliki tempat tinggal saat ini menumpang di perumahan Bukit Panjirejo Blog B, Nomor 2, Way Gatel, Pekon Panjirejo Kecamatan Gadingrejo ini diagnosa mengalami penyakit diabetes dan terkapar sejak satu bulan terakhir.
Video kondisi Rifa’i sempat diunggah warga setempat ke media sosial, sebab merasa prihatin atas kondisi Rifai’i dan berharap segera adanya perhatian demi kesembuhan pria tersebut. (Davit)








