Diduga “Vapor Lock” saat Turunan Tajam, Minibus Xenia Terbang ke Jurang Ulu Belu Tanggamus, Ini Pencegahannya ?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Desember 2023 - 10:13

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto mobil xenia masuk jurang sekitar 50 meter dan jalan turunan diduga penyebab Vapor Lock pada Selasa 26 Desember 2023, siang. Foto : Polres Tanggamus/Mustar Arifin/Media Prioritas.

Kolase foto mobil xenia masuk jurang sekitar 50 meter dan jalan turunan diduga penyebab Vapor Lock pada Selasa 26 Desember 2023, siang. Foto : Polres Tanggamus/Mustar Arifin/Media Prioritas.

Prioritastv.com, Jawa Timur – Peristiwa kecelakaan mobil minibus Xenia dengan plat B 1107 FKA terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter di Air Napalan, Pekon Sirna Galih, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus pada Selasa, 26 Desember 2023, lalu menjadi perhatian sejumlah pihak.

Dugaan awal menyebut, sang sopir tidak mengetahui medan jalan turunan tajam, dengan kondisi jalan kecil dan indikasi rem blong disebut pemicu kecelakaan, hingga mobil terhenti di sungai mati atau sungai kecil dibawah tebing tersebut.

Beruntung tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut menjadi sebuah mukjijat bagi 6 penumpang dan 1 pengemudi termasuk anak 3 tahun yang berada di dalam kendaraan yang hingga kini masih teronggok di jurang setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mencegah kejadian serupa, mengemudikan mobil di turunan curam, wajib membutuhkan metode khusus dan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya selain penguasaan trik, pengemudi juga harus memahami fungsi dan peran dari masing-masing komponen mobil.

Satu kendala yang cukup sering dialami pengemudi di jalan turunan adalah vapor lock. Yakni kerusakan komponen pada sektor pengereman mobil dan bisa sangat membahayakan.

Seperti disampaikan Juni Siswanto, Technical Leader Auto2000 Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur yang menjelaskan bahwa vapor lock terjadi karena rem mobil mengalami overheating, akibat digunakan secara berlebihan.

“Cakram rem itu digerakkan pakai clamp piston, dan ada minyak buat buka tutupnya. Kalau rem overheating, minyak rem di piston jadi mendidih kemudian posisinya kekunci,” jelas Juni Siswanto, seperti dilansir laman Kompas, Jumat, 29 Desember 2023.

Juni mengatakan, kendala semacam ini umumnya dijumpai oleh pengemudi pemula yang hanya mengandalkan rem untuk menurunkan kecepatan mobil di jalan turunan.

Agar terhindar dari risiko vapor lock, Juni menyarankan untuk memanfaatkan fungsi engine brake sebagai cara untuk melakukan deselerasi saat menghadapi jalan turunan.

Caranya menggunakan engine brake sangat mudah, cukup menurunkan transmisi ke posisi gigi kecil, supaya RPM mobil dibatasi menjadi rendah.

“Pakai rem hanya sesekali saja, seperlunya. Kalau di turunan full pakai rem, bisa kena vapor lock,” tandasnya.

Diketahui, kecelakaan, kendaraan Daihatsu Xenia B 1107 FKA dikemudikan Agus Wibowo (35) warga Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung yang mengalami luka robek di bagian hidung.

Penumpang kendaraan diketahui bernama Tuginah (38) Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung mengalami patah tulang betis kaki kiri. Penumpang anak bernama Aniyah (3) mengalami lebam di wajah.

Sementara untuk 4 penumpang lain tidak mengalami luka. Dan saat ini pengemudi Agus Wibowo bersama istri dan 2 anaknya sudah dibawa keluarga ke Pekon Sukaraja, Semaka, Tanggamus.

Kecelakaan bermula minibus berjalan dari arah Bangka menuju Pekon Sukaraja, Tangggamus, sampai di TKP situasi jalan menurun tajam dan menikung ke kiri di duga pengemudi tidak memahami situasi jalan dan diduga kondisi rem tidak berfungsi dengan baik.

Akibatnya, saat menikung pengemudi tdk dapat mengendalikan kendaraanya, kemudian kendaraan masuk ke jurang dengan melompati tanam tumbuh yang ada di kebun hingga akhirnya masuk ke sungai mati sejauh 50 meter.

Kepala Pekon (Kakon) Sukaraja, Sulistiyono membenarkan bahwa ada 4 korban yang telah sampai yang memang tujuan mereka ke rumah keluarga di Sukaraja. Mereka adalah Agus bersama istri serta dua anaknya.

Sulistiyono menjelaskan, Agus sebelumnya merupakan warga setempat dan pindah ke Bangka Belitung, sebelum kejadian berniat datang ke Semaka untuk ziarah makam. Pengemudi mengikuti googlemap diarahkan melalui jalan Ulu Belu.

“Dari bangka ikutin googlemap, mereka baru kali itu jalan sana. Menurut Agus selain ke Semaka. 3 orang lainnya bertujuan ke Pringsewu,” kata Sulis kepada Media Prioritas Network. (Dekki)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru