Menu

Mode Gelap
 

Lampung · 1 Jan 2024 23:52 WIB ·

Esok, Masyarakat dan Pemerintah Pekon Teba Tanggamus Berencana Blokade Pintu Masuk Perusahaan Air Mineral Aqua


 Massa TKBM peserta aksi unjuk rasa di pintu gerbang utama PT. Tirta Investama, Tbk, Pabrik Pekon Teba  pada 06 September 2023, lalu. Foto : Herdi/Media Prioritas Network. Perbesar

Massa TKBM peserta aksi unjuk rasa di pintu gerbang utama PT. Tirta Investama, Tbk, Pabrik Pekon Teba pada 06 September 2023, lalu. Foto : Herdi/Media Prioritas Network.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Besok, pada hari Selasa tanggal 2 Januari 2024, masyarakat dan pemerintah Pekon Teba berencana melakukan aksi blokade pintu masuk perusahaan air mineral Aqua yakni PT Tirta Investama (Tbk) Informasi itu beredar luas sesuai pesan broadcast yang juga diterima Media Prioritas Network, Senin, 1 Desember 2023, malam.

“Di infokan dengan teman-teman, bahwa besok hari Selasa, 2 Januari 2024 akan ada aksi blokade pintu masuk perusahaan Aqua oleh masyarakat dan pemerintah Pekon Teba,” tulis pesan tersebut.

Informasi yang dihimpun, keputusan blokade itu dipicu oleh kontroversi yang melibatkan distributor dan perusahaan, terutama terkait dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bumdes juga mencakup perpanjangan kerjasama kontrak dengan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang sudah berlangsung.

Buyung, selaku perwakilan Tokoh Pemuda Pekon Teba, menjelaskan bahwa blokade pintu masuk Aqua akan dimulai jam 8 pagi. Alasan di balik aksi ini adalah keputusan dari pihak distributor dan perusahaan yang dianggap kontroversial oleh masyarakat Pekon Teba.

“MoU yang melibatkan Bumdes dan perpanjangan kontrak dengan TKBM menjadi poin utama. “(Blokade pintu masuk Aqua), Masyarakat dan pemerintah pekon, BHP dan tokoh-tokoh adat, mulainya jam 8,” kata Buyung.

Junaidi, dari Pemerintah Pekon Teba, mengonfirmasi rencana aksi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebelum tanggal 1 Januari 2024, pihak perusahaan dan distributor diharapkan sudah memberikan penyelesaian terhadap isu yang menjadi dasar blokade ini. Namun, hingga saat ini, tidak ada penyelesaian yang diberikan, sehingga masyarakat Pekon Teba merasa perlu untuk mengambil tindakan.

“Kami harus membuktikan bahwa kami bukan hanya bicara belaka. Mereka tidak mengindahkan instruksi kami, dan perkataan kami akan kami buktikan sesuai hasil kesepakatan musyawarah pekon dari semua elemen,” tegas Junaidi.

Ia menjelaskan, aksi penyetopan bongkar muat ini diumumkan sebagai bentuk protes dan tekanan kepada perusahaan Aqua. Masyarakat, pemerintah Pekon Teba, BHP, dan tokoh-tokoh adat sepakat untuk menghentikan sementara aktifitas bongkar muat sampai ada penyelesaian masalah dengan TKBM.

Selain itu, aksi ini dianggap sebagai bukti keseriusan dari kesepakatan musyawarah pekon yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Hingga saat ini, perusahaan Aqua belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana blokade ini. Masyarakat Pekon Teba berharap aksi tersebut dapat menjadi momentum untuk menuntut keadilan dan mendapatkan penyelesaian yang adil terkait isu yang telah diangkat.

Diketahui, sebelumnya massa dari kelompok lainnya melakukan unjuk rasa meminta kepada PT. Tirta Investama, Tbk, Pabrik Pekon Teba untuk mendorong 3 distributor memperpanjang kontrak kerja dengan TKBM, sesuai kesepakatan hasil audiensi dengan DPRD Tanggamus.

Mereka juga meminta agar 3 distributor diantaranya PT. Winex, PT. Semangat Gembira Bersama, dan PT. Bintang Suryasindo agar menolak campur tangan BUMDes Pekon Teba dalam urusan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di PT Tirta Investama, Tbk.

Tuntutan tersebut disampaikan oleh Ketua Pekerja Bongkar Muat Tanggamus (PBMT) Zulyadi saat melaksanakan unjuk rasa di PT. Tirta Investama Pekon Teba didampingi Ketua YPPKM Adi Amiril serta 50 peserta di pintu utama PT Tirta Investama, Kamis, 23 November 2023.

Usai mereka melakukan orasi, akhirnya pihak manajemen PT Tirta Investama diwakili Agung, duduk bersama guna mendengarkan para anggota TKBM menyampaikan solusi kedepannya.

Menurut Adi Putra Amril kala itu, bahwa pihak distributor selaku expedisi melakukan tindakan kesewenangan dengan melibatkan pihak Bumdes yang coba mengambil alih masalah bongkar muat.

“Selama ini kawan-kawan (TKBM) bekerja bertahun-tahun dan nyaman. Tiba-tiba kedatangan Bumdes ini membuat resah, bahkan secara diam-diam telah melakukan kontrak dengan vendor, sementara kami masih ada kontrak dengan mereka,” kata Adi selaku pembina TKBM.

Ketua TKBM Zulyadi mengatakan bahwa isi perundingan dengan PT Tirta Investama bahwa perusahaan berharap kepada TKBM akan mengundang distributor.

“Mereka (PT Tirta Investama) meminta tenggang waktu dan sudah kami sampaikan kepada anggota TKBM, anggota meminta ada kepastian juga berharap pihak manajemen dihadapan kami, untuk mendengarkan keluhan dan tuntutan kami,” kata Zulyadi. (Herdi)

Artikel ini telah dibaca 9,040 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jembatan Penghubung Pekon Betung ke Pematang Sawa Tanggamus Kembali Ambruk

3 March 2024 - 11:41 WIB

Diikuti Ratusan Peserta di Buka Pj Bupati, Tanggamus Run Perkenalkan Wisata dan Potensi UMKM Sambut HUT 27 Bumi Begawai Jejama

3 March 2024 - 11:21 WIB

Kadis Kesehatan Dampingi Pejabat Bupati dalam Acara Baksos Operasi Bibir Sumbing, Sambut HUT ke 27 Tanggamus

3 March 2024 - 09:49 WIB

Tingkatkan Kamtibmas Jelang Pemilu 2024, Bhabinkamtibmas Gelar Jumat Curhat di Rejosari Ulu Belu

2 March 2024 - 21:36 WIB

Cooling System Pemilu 2024, Kapolres Tanggamus Silaturahmi ke Ketua MUI 

2 March 2024 - 21:00 WIB

Polres Tanggamus akan Operasi Keselamatan Lalu Lintas, Catat Tanggal dan Sasarannya !

2 March 2024 - 19:26 WIB

Trending di Lampung