Tetangga Kakek Stroke Membusuk di Tanggamus Ungkap Istri Pikunnya Larang Warga Jenguk Suami

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024 - 20:18

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah Toran setelah diberikan garis polisi oleh Polsek Wonosobo dan saat jenazah Toran dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUD-BM), Selasa 30 Januari 2024. Foto : Herdi/Media Prioritastv.com.

Kondisi rumah Toran setelah diberikan garis polisi oleh Polsek Wonosobo dan saat jenazah Toran dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUD-BM), Selasa 30 Januari 2024. Foto : Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Fakta lain terungkap, ternyata bukan warga tidak peduli atas kesehatan kakek Lansia bernama Toran (86) yang jasadnya membusuk di rumah nan sunyi di Pekon Way Liwok, Wonosobo, Tanggamus, Selasa, 30 Januari 2024, pagi.

Keterangan terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Toran, yang sebelumnya dikenal sebagai ahli pijat tradisional, telah menjalani hari-harinya dalam keterbatasan setelah terkena stroke beberapa tahun belakangan.

Meski tetangga sering berniat untuk menjenguk Toran dan menanyakan kabarnya, upaya tersebut selalu digagalkan oleh istri Toran, Kalsum (73). Toran, yang semasa hidupnya dikenal sebagai tetangga yang baik, terpaksa tinggal di rumah saja sejak terkena stroke.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Istri almarhum Toran juga dikenal sebagai pribadi yang tertutup, dengan pintu rumah selalu dikunci dari dalam. Bahkan, ketika tetangga atau teman dari jauh berusaha menjenguk, upaya tersebut selalu dihalangi.

Pola tertutup dan penguncian pintu oleh istri almarhum membuat tidak hanya tetangga dekat, tetapi juga warga Way Liwok yang ingin mengunjungi Toran di masa sakitnya, mendapati pintu selalu tertutup rapat.

Buksir, tetangga yang bersebelahan rumah dengan almarhum Toran, menjelaskan bahwa sebelum meninggal, Toran seringkali dijenguk olehnya. Namun, kendala muncul karena Kalsum melarang siapa pun untuk masuk ke rumah mereka.

“Pak Toran saat sehat, sangat baik kepada tetangga, saya bilang sih jempolan. Namun beberapa tahun belakangan terkena stroke. Jadi di rumah saja selama ini,” kata Buksir kepada Media Prioritastv.com., Selasa 30 Januari 2024, sore.

Buksir melanjutkan, almarhum Toran semasa hidupnya dikenal bisa melakukan pijat tradisional itu. Tetangga sering berniat mengunjungi sekadar menanyakan kabar. Namun sayang dilarang oleh Kalsum selaku istri Toran.

“Kebetulan sebelum dia meninggal, saya sendiri sering membesuk karna saya memang rumahnya bersebelahan, tetapi kendalanya ketika istrinya melarang sehingga tidak bisa masuk,” ujarnya.

Istri almarhum dikenal tertutup, sehingga pada saat tetangga hendak menjenguk, pintunya selalu dikunci dari dalam. Bahkan ucapkan salam juga tidak dijawab.

“Bukan hanya kami yang deket. Ketika ada teman almarhum dari jauh yang mendengar almarhum sakit ingin menjenguk, itupun tidak boleh. Jadi bukan hanya tetangga saja yang enggak boleh, warga Way Liwok juga yang mau datang, pasti ditutup dan dikunci pintunya,” tutupnya.

Sunardi selaku Kakon Way Liwok mengkonfirmasi bahwa dirinya mendapatkan laporan dari warga ada bau busuk, setelah dipastikan Toran meninggal warga laporan ke Polisi

“Benar kakek Toran meninggal dunia di rumhanya, kakek itu tidak punya anak kandung. Ada anak angkatnya tapi sekarang sudah di bengkunat ikut suaminya,” kata Sunardi.

Sebelumnya ditulis, Toran (86), pengidap stroke, pergi dengan meninggalkan peristiwa miris dan yang membuat situasi semakin menyedihkan adalah fakta bahwa istrinya, Kalsum (73), yang telah lama mengidap penyakit pikun, menjadi saksi kehilangan suaminya.

Keadaan Kalsum yang tidak mampu memahami sepenuhnya peristiwa tersebut menambah lapisan kesedihan dalam tragedi ini. Pertanyaan muncul mengenai sejauh mana peran orang lain.

Peristiwa ini mengajak kita untuk merenung tentang pentingnya kepedulian terhadap kaum Lansia di tengah masyarakat. Perlunya dukungan sosial dan perawatan yang berkelanjutan untuk menjaga kualitas hidup mereka, terutama bagi yang memiliki kondisi kesehatan yang rentan.

Kepergian Toran menjadi pengingat bahwa Lansia adalah bagian berharga dari komunitas kita, dan tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan menjaga kesejahteraan mereka. (Herdi)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru