Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Menjelang pencoblosan Pemilu 2024, Kelompok massa menyerang pegiat konservasi Tambling Wildlife Nature Concervation (TWNC-Lampung) atau biasa disebut SGA di Desa Martanda, Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa malam, 13 Februari 2024.
Informasi yang dihimpun, penyerangan berawal paska pemotor bernama Aldi Yusuf melintas di jalan setempat mengendarai sepeda motor dengan suara bising di wilayah pemukiman warga yang saat itu kelompok SGA TNWK berkumpul diduga sedang minum-minuman keras.
Salah satu personel SGA TNWK yang menjadi korban berinisal J kemudian mengejar pemotor tersebut sehigga menabrak bagian belakang motor, hingga membuat Aldi Yusuf mengalami lecet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat rekan-rekan J datang menyusul Aldi Yusuf telah meminta maaf, namun ada kalimat yang membuat Aldi merasa tersinggung sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya.
Berdasarkan rekaman suara personel SGA TNWK, sebelum kejadian. Personel tersebut menyebutkan bahwa sepeda motornya memang tidak memiliki rem sehingga menabrak Aldi Yusuf.
“Motor saya remnya blong, motor yang saya tabrak kalopun ada yang rusak, saya dandan saya yang bertanggungjawab,” kata J sebelum kejadian pemukulan oleh massa.
Sementara itu, berdasarkan keterangan salah satu yang menjadi korban berinisal J menanyakan perihal maksud dan tujuan kelompok tersebut mengendarai sepeda motor dengan suara kencang.
“Apakah dari kami ada salah? Ko geber-geber motor disini,” tanya J di Tanggamus, Rabu, 14 Februari 2024.
Namun bukannya dijawab dengan baik justru menjadi keributan diantara petugas TWNC dan kelompok penyerang. Untuk menghindari pertikaian berlanjut, petugas TWNC memilih menghindar ke rumah salah satu warga lain bernama S.
Kelompok pemuda ini pun mengejar dengan cara merusak rumah S dengan cara melempar batu ke jendela dan atap rumahnya. Namun situasi makin tak terkendali karena kelompok penyerang masuk ke rumah tersebut dan mengobrak abrik dapur serta mengancam dengan pisau.
“Mereka melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap para korban, seperti melempar botol bekas minuman keras, memukul dengan badik sampai menginjak-injak para korban,” jelas J.
Penyerangan tersebut menyebabkan korban pertama berinisial J mendapat luka serius di bagian lengan tangan kiri karena terkena pisau dan luka goresan di dada kiri. Korban kedua berinisial O mengalami luka yang serius dibagian mata akibat tersiram cairan asam berbau pesing, menggunakan botol Wipol kebagian mata kirinya.
Atas siraman ini, penglihatan korban menjadi samar-samar dan kondisi tubuhnya menggigil.
Korban ketiga berinisial M yang mendapat aksi pukulan bertubi-tubi, mulai dari pelipis, mata hidung dan dada korban. Hingga mengalami sesak dan susah nafas.
Informasi terkini, para korban sedang di evakuasi untuk mendapatkan penanganan intensif oleh tim medis mengingat luka-luka yang di derita parah. (Sungatno)








