Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pasca kejadian keributan antara warga dengan penggiat TNWC SGA, situasi kini telah kondusif di wilayah Pekon Martanda, Pematang Sawa, Tanggamus.
Pada hari Sabtu mendatang, tokoh-tokoh dari empat pekon dan SGA akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi yang akan dihadiri perwakilan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda, tokoh adat, nelayan, dan lain-lain.
“Kesepakatan waktu itu (paska kejadian), kita akan mediasi dengan perusahaan TWNC sama warga masyarakat, tampang muda, tampang tua, martanda dan kaur gading esok Sabtu. (perwakilan tokoh pemuda, tokoh adat, nelayan dan lain-lain),” kata Kakon Tampang Muda, Hamid kepada Media Prioritastv.com, Kamis 15 Februari 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kakon Hamid menjelaskan, bahwa kronologi kejadian menurut pihak SGA TNWC mereka merasa terganggu oleh 2 warga yang menggeber motor saat mereka (SGA) sedang berkumpul.
Awalnya, sejumlah individu dari pihak SGA (5 orang) mengejar 2 warga (pemotor) sehingga terjadi ribut mulut. Warga disini merasa tidak terima kemudian warga tersebut balik mengejar. Namun, SGA memilih untuk masuk ke dalam rumah.
“Ya itu keributan antar warga dengan SGA, namun kita tidak tahu persis dari awal, tiba-tiba ada keributan dan kita kesana. Setelah kejadian dilokasi ada oleh aparat pekon dan anggota keamanan TPS yang hadir di lokasi,”
Kakon menambahkan bahwa walaupun ada informasi berita yang tidak sesuai sehingga membuat warga gusar, namun kondisi saat ini telah stabil dan warga beraktifitas seperti biasa.
“Sekarang sudah kondusif, walaupun tadi bagi setelah melihat berita warga agak gusar (karna tidak sesuai) tetapi sudah kita redam,” tegasnya.
Diharapkan dengan mediasi kedepan dapat menemukan titik temu untuk menyelesaikan konflik tersebut dan mengembalikan kedamaian di wilayah setempat.
Sebelumnya diberitakan, jelang pencoblosan Pemilu 2024, Kelompok massa menyerang pegiat konservasi Tambling Wildlife Nature Concervation (TWNC-Lampung) atau biasa disebut SGA di Desa Martanda, Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa malam, 13 Februari 2024.
Informasi yang dihimpun, penyerangan berawal paska pemotor bernama Aldi Yusuf melintas di jalan setempat mengendarai sepeda motor dengan suara bising di wilayah pemukiman warga yang saat itu kelompok SGA TNWK berkumpul diduga sedang minum-minuman keras.
Salah satu personel SGA TNWK yang menjadi korban berinisal J kemudian mengejar pemotor tersebut sehigga menabrak bagian belakang motor, hingga membuat Aldi Yusuf mengalami lecet.
Saat rekan-rekan J datang menyusul Aldi Yusuf telah meminta maaf, namun ada kalimat yang membuat Aldi merasa tersinggung sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya.
Berdasarkan rekaman suara personel SGA TNWK, sebelum kejadian. Personel tersebut menyebutkan bahwa sepeda motornya memang tidak memiliki rem sehingga menabrak Aldi Yusuf.
“Motor saya remnya blong, motor yang saya tabrak kalopun ada yang rusak, saya dandan saya yang bertanggungjawab,” kata J sebelum kejadian pemukulan oleh massa.
Sementara itu, berdasarkan keterangan aalah satu yang menjadi korban berinisal J menanyakan perihal maksud dan tujuan kelompok tersebut mengendarai sepeda motor dengan suara kencang.
“Apakah dari kami ada salah? Ko geber-geber motor disini,” tanya J di Tanggamus, Rabu, 14 Februari 2024. (Sungatno)








