Kakon Tampang Muda Tanggamus : Paska Keributan, Saat ini Kondusif, Sabtu Mediasi Tokoh 4 Pekon dan SGA TNWC

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:25

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi massa sebelum melakukan aksi penyerangan personel SGA TNWC di Pekon Martanda, Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung,  Selasa malam, 13 Februari 2024.  Foto : Dok. Istimewa.

Aksi massa sebelum melakukan aksi penyerangan personel SGA TNWC di Pekon Martanda, Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung,  Selasa malam, 13 Februari 2024.  Foto : Dok. Istimewa.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pasca kejadian keributan antara warga dengan penggiat TNWC SGA, situasi kini telah kondusif di wilayah Pekon Martanda, Pematang Sawa, Tanggamus.

Pada hari Sabtu mendatang, tokoh-tokoh dari empat pekon dan SGA akan melakukan mediasi untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi yang akan dihadiri perwakilan dari berbagai kalangan, termasuk tokoh pemuda, tokoh adat, nelayan, dan lain-lain.

“Kesepakatan waktu itu (paska kejadian), kita akan mediasi dengan perusahaan TWNC sama warga masyarakat, tampang muda, tampang tua, martanda dan kaur gading esok Sabtu. (perwakilan tokoh pemuda, tokoh adat, nelayan dan lain-lain),” kata Kakon Tampang Muda, Hamid kepada Media Prioritastv.com, Kamis 15 Februari 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kakon Hamid menjelaskan, bahwa kronologi kejadian menurut pihak SGA TNWC mereka merasa terganggu oleh 2 warga yang menggeber motor saat mereka (SGA) sedang berkumpul.

Awalnya, sejumlah individu dari pihak SGA (5 orang) mengejar 2 warga (pemotor) sehingga terjadi ribut mulut. Warga disini merasa tidak terima kemudian warga tersebut balik mengejar. Namun, SGA memilih untuk masuk ke dalam rumah.

“Ya itu keributan antar warga dengan SGA, namun kita tidak tahu persis dari awal, tiba-tiba ada keributan dan kita kesana. Setelah kejadian dilokasi ada oleh aparat pekon dan anggota keamanan TPS yang hadir di lokasi,”

Kakon menambahkan bahwa walaupun ada informasi berita yang tidak sesuai sehingga membuat warga gusar, namun kondisi saat ini telah stabil dan warga beraktifitas seperti biasa.

“Sekarang sudah kondusif, walaupun tadi bagi setelah melihat berita warga agak gusar (karna tidak sesuai) tetapi sudah kita redam,” tegasnya.

Diharapkan dengan mediasi kedepan dapat menemukan titik temu untuk menyelesaikan konflik tersebut dan mengembalikan kedamaian di wilayah setempat.

Sebelumnya diberitakan, jelang pencoblosan Pemilu 2024, Kelompok massa menyerang pegiat konservasi Tambling Wildlife Nature Concervation (TWNC-Lampung) atau biasa disebut SGA di Desa Martanda, Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa malam, 13 Februari 2024.

Informasi yang dihimpun, penyerangan berawal paska pemotor bernama Aldi Yusuf melintas di jalan setempat mengendarai sepeda motor dengan suara bising di wilayah pemukiman warga yang saat itu kelompok SGA TNWK berkumpul diduga sedang minum-minuman keras.

Salah satu personel SGA TNWK yang menjadi korban berinisal J kemudian mengejar pemotor tersebut sehigga menabrak bagian belakang motor, hingga membuat Aldi Yusuf mengalami lecet.

Saat rekan-rekan J datang menyusul Aldi Yusuf telah meminta maaf, namun ada kalimat yang membuat Aldi merasa tersinggung sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya.

Berdasarkan rekaman suara personel SGA TNWK, sebelum kejadian. Personel tersebut menyebutkan bahwa sepeda motornya memang tidak memiliki rem sehingga menabrak Aldi Yusuf.

“Motor saya remnya blong, motor yang saya tabrak kalopun ada yang rusak, saya dandan saya yang bertanggungjawab,” kata J sebelum kejadian pemukulan oleh massa.

Sementara itu, berdasarkan keterangan aalah satu yang menjadi korban berinisal J menanyakan perihal maksud dan tujuan kelompok tersebut mengendarai sepeda motor dengan suara kencang.

“Apakah dari kami ada salah? Ko geber-geber motor disini,” tanya J di Tanggamus, Rabu, 14 Februari 2024. (Sungatno)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru