Prioritastv.com, Jakarta – Korban aksi penyerangan oknum massa yang menimpa para pemuda pengiat konservasi Tambling Wildlife Nature Concervation (TWNC-Lampung), terjadi di Desa Martanda, Pematang Sawah, Kab Tanggamus, Lampung di malam menjelang masa pencoblosan, Selasa, 14 Februari 2024, malam, lalu akhirnya dirawat di RSPAD Jakarta.
Pasalnya, akibat penyerangan tersebut, para korban mengalami luka serius yang hingga kini masih merasakan sakit dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter.
“Atas insiden penyerangan ini, korban juga merasa trauma dan meminta pada penegak hukum untuk segera mengusut dan menangkap seluruh pihak yang telah melakukan penyerangan,” tulis keterangan TNWC seperti dilansir aksara, Minggu 19 Februari 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Informasi yang dihimpun sebelumnya, penyerangan berawal paska pemotor bernama Aldi Yusuf melintas di jalan setempat mengendarai sepeda motor dengan suara bising di wilayah pemukiman warga yang saat itu kelompok SGA TNWC berkumpul.
Salah satu personel SGA TNWC yang menjadi korban berinisal J kemudian mengejar pemotor tersebut sehigga menabrak bagian belakang motor, hingga membuat Aldi Yusuf mengalami lecet.
Saat rekan-rekan J datang menyusul Aldi Yusuf telah meminta maaf, namun ada kalimat yang membuat Aldi merasa tersinggung sehingga melaporkan kejadian tersebut kepada warga lainnya.
Berdasarkan rekaman suara personel SGA TNWC sebelum kejadian. Personel tersebut menyebutkan bahwa sepeda motornya memang tidak memiliki rem sehingga menabrak Aldi Yusuf.
“Motor saya remnya blong, motor yang saya tabrak kalopun ada yang rusak, saya dandan saya yang bertanggungjawab,” kata J sebelum kejadian pemukulan oleh massa.
Paska kejadian, pihak kepolisian Polres Tanggamus juga telah melakukan langkah pengamanan di TKP tersebut dengan memberdayakan personel yang sedang melakukan PAM TPS disana.
“Patut diketahui pula bahwa jarak antara lokasi kejadian dengan kota agung, kab. Tanggamus memakan waktu 4 jam dengan menggunakan kapal laut,” kata AKBP Rinaldo Aser, Kamis 15 Februari 2024.
Kapolres menyebut bahwa, personel Polres pada saat itu juga menghimbau agar antara kedua belah pihak dapat menahan diri dan kedua belah pihak pasca kejadian telah melakukan mediasi.
“Salah satu pointnya yakni para karyawan dijamin keamanannya ketika akan melakukan pencoblosan.Untuk karyawan yang mengalami luka-luka saat ini sudah mendapat perawatan,” jelasnya.
Kapolres menambahkan, terkait dengan laporan resmi mengenai kejadian ini sampai saat ini belum ada, akan tetapi pihak Polres Tanggamus melakukan upaya jemput bola untuk membuat laporan polisi mengenai kejadian ini.
“Personel Polres Tanggamus dengan dibantu Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda lampung sendiri saat ini sudah menuju lokasi kejadian,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan aalah satu yang menjadi korban berinisal J menanyakan perihal maksud dan tujuan kelompok tersebut mengendarai sepeda motor dengan suara kencang.
Namun bukannya dijawab dengan baik justru menjadi keributan diantara petugas TWNC dan kelompok penyerang. Untuk menghindari pertikaian berlanjut, petugas TWNC memilih menghindar ke rumah salah satu warga lain bernama S.
Kelompok pemuda ini pun mengejar dengan cara merusak rumah S dengan cara melempar batu ke jendela dan atap rumahnya. Namun situasi makin tak terkendali karena kelompok penyerang masuk ke rumah tersebut dan mengobrak abrik dapur serta mengancam dengan pisau.
“Mereka melakukan penyerangan secara membabi buta terhadap para korban, seperti melempar botol bekas minuman keras, memukul dengan badik sampai menginjak-injak para korban,” jelas J.
Penyerangan tersebut menyebabkan korban pertama berinisial J mendapat luka serius di bagian lengan tangan kiri karena terkena pisau dan luka goresan di dada kiri. Korban kedua berinisial O mengalami luka yang serius dibagian mata akibat tersiram cairan asam berbau pesing, menggunakan botol Wipol kebagian mata kirinya.
Atas siraman ini, penglihatan korban menjadi samar-samar dan kondisi tubuhnya menggigil.
Korban ketiga berinisial M yang mendapat aksi pukulan bertubi-tubi, mulai dari pelipis, mata hidung dan dada korban. Hingga mengalami sesak dan susah nafas. (Ubay)








