BKSDA Bengkulu-Lampung Tambah Alat Penangkap Harimau Penyerang 2 Warga Lampung Barat

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Februari 2024 - 11:58

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto saat petugas memasang kamera jebak dan kandang jebakan Harimau di Lampung Barat, Sabtu 24 Februari 2024. Foto : Tangkapan Layar Video.

Kolase foto saat petugas memasang kamera jebak dan kandang jebakan Harimau di Lampung Barat, Sabtu 24 Februari 2024. Foto : Tangkapan Layar Video.

Prioritastv.com, Lampung Barat – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kembali meningkatkan langkah perlindungan terhadap warga Lampung Barat yang telah menjadi korban serangan harimau Sumatera. Serangan tersebut terjadi di Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh (BnS) pada tanggal 8 dan 22 Februari 2024 lalu.

Alat penangkap yang ditambahkan meliputi jebakan kandang (Trap) dan kamera perangkap. Pada Sabtu, 24 Februari 2024, BKSDA Bengkulu-Lampung mengirim beberapa personel beserta peralatan penangkapan dan evakuasi harimau ke lokasi kejadian.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung, Joko Susilo, menyatakan harapannya agar jebakan kandang dapat segera dipasang pada hari yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah ini merupakan respons terhadap serangan harimau terhadap dua warga Lampung Barat, yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia dalam kondisi yang mengenaskan,” kata Joko, Minggu 25 Februari 2024.

Sebelumnya, BKSDA Bengkulu-Lampung telah bersiap memasang jebakan kandang dan kamera perangkap di sekitar lokasi ditemukannya korban yang diduga diserang oleh harimau, tepatnya pada 22 Februari 2024.

“Tindakan ini diambil untuk mengurangi ketakutan dan mencegah terjadinya serangan serupa di masa mendatang,” tegasnya.

Korban serangan harimau tersebut adalah Gunarso (47 tahun) dari Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, dan Sahri alias S (28 tahun) dari Pekon Bumi Hantati, Kecamatan BnS, Lampung Barat.

Keduanya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang tragis, diduga akibat serangan harimau. Langkah-langkah perlindungan yang diambil oleh BKSDA diharapkan dapat mengurangi risiko serangan harimau di wilayah tersebut. (Kamto Winendra)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru