Prioritastv.com, Mesuji, Lampung – Dalam perkembangan terbaru tragedi pembunuhan seorang guru di Mesuji, kehadiran tunangan pelaku ke rumah duka menjadi sorotan.
Tanpa disangka, tunangan yang juga calon istrinya korban datang ke rumah duka dan pingsan di tempat. Kejadian ini mengundang perhatian dan pertanyaan banyak pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bercak darah dan bekas cakaran di leher korban telah menjadi petunjuk awal bagi aparat kepolisian untuk menangkap pelaku.
Setelah penangkapan, pelaku mengakui perbuatannya yang dilakukan di dalam kamar rumah dinas guru saat azan Magrib.
Polisi berhasil mengantongi bukti berupa pisau dapur, baju ternoda darah, serta bekas cakaran di leher, yang semakin menguatkan bukti-bukti atas perbuatan keji tersebut.
Menurut keterangan Irham Ansori, kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar sebagai guru honorer, pelaku yang telah tertangkap adalah calon suaminya sendiri.
Informasi dari pihak kepolisian menyebut, motif pembunuhan ini disebabkan oleh rasa cemburu yang dirasakan pelaku terhadap sang guru.
Diketahui, Rosiya Aprilia (28), guru yang informasinya berstatus janda tersebut, tewas dalam posisi tergeletak di kasur tempat tidur kamar Rumah Dinas SDN 08, Desa Bujung Buring, Kecamatan Tanjungaya, Mesuji, Kamis (29/2/2024), pukul 18.30 WIB.
Menurut Siti, rekan korban sesama guru SD tersebut dan tinggal di rumah yang sama, beda kamar, pertama kali mengetahui korban tewas bersimbah darah.
Siti baru pulang dari Desa Brabasan pada magrib tersebut, sesampainya di rumah dinas, Siti salat. Usai salat, dia menjenguk Rosiya. Alangkah terkejutnya, temannya yang janda sejak tahun 2019 dan akan menikah lagi telah tewas.
Kasat Reskrim Polres Mesuji AKP Sigit Barzali membenarkan adanya pembunuhan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Untuk sementara, korban diduga dibunuh karena ada bekas gorokan benda tajam di lehernya,” tegasnya. (Erwin)







