Edarkan Sabu, Oknum Aparat Desa di Limau Tanggamus Berikut Bandarnya Dibekuk Polisi 

- Jurnalis

Rabu, 6 Maret 2024 - 11:47

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketiga tersangka saat dilakukan pemeriksaan Satresnarkoba Polres Tanggamus, Rabu 6 Maret 2024. Foto : Dok. Polres Tanggamus.

Ketiga tersangka saat dilakukan pemeriksaan Satresnarkoba Polres Tanggamus, Rabu 6 Maret 2024. Foto : Dok. Polres Tanggamus.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Seorang aparatur Desa/Pekon Badak Kecamatan Limau inisial HD ditangkap Polisi atas dugaan peredaran narkotika di Kecamatan Limau pada hari Minggu, 3 Maret 2024, sekitar pukul 04.30 WIB.

Dari penangkapan HD, turut ditangkap seorang rekannya inisial AN warga Pekon Banjar Agung juga berperan sebagai pengedar dan seorang bandar sabu inisial DR alias Kumis warga Pekon Kuripan.

PLH Kasat Resnarkoba Polres Tanggamus, AKP Ujang Srikandi, penangkapan tersebut merupakan tindakan tegas, upaya Polres Tanggamus dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Meski kami sedang melaksanakan pengamanan rapat pleno, namun ketika mendapatkan laporan masyarakat, pihaknya langsung bergerak ke TKP,” kata AKP Ujang Srikandi, Rabu 6 Maret 2024.

Dijelaskan AKP Ujang, penangkapan pertama dilakukan di Pekon Banjar Agung, Limau terhadap tersangka berinisial AN (40). Dari tangan AN, pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa 8 plastik klip berisi sabu dengan berat brutto 1.39 gram, plastik klip kosong, 2 bungkus plastik warna silver, bungkus rokok, handphone, dan uang tunai sebesar Rp400 ribu yang diduga hasil penjualan.

“AN mengakui bahwa barang bukti paketan sabu-sabu tersebut diperoleh dari saudaranya inisial DR alias Kumis, yang kemudian dijual kembali dengan keuntungan Rp600 ribu,” kata AKP Ujang.

Ia melanjutkan, pengembangan kasus, pihaknya berhasil menangkap DR alias Kumis (40), di rumahnya di Pekon Kuripan Kecamatan Limau. Yang diduga merupakan bandar barang haram tersebut.

“Dari tangan DR, disita barang bukti berupa plastik klip bekas pakai, sedotan/pipet, 2 unit handphone, dan uang tunai sebesar Rp2,1 juta yang diduga hasil penjualan sabu. DR diduga sebagai bandar sabu,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, polisi juga mengamankan HD (34) di rumahnya di Pekon Badak Kecamatan Limau. Dari tersangka ini, polisi menyita barang bukti berupa 3 plastik klip bekas pakai, pipa kaca/pirek bekas pakai, sumbu, handphone, dan 4 sedotan/pipet.

Barang Bukti dari Ketiga tersangka yang diamankan Satresnarkoba Polres Tanggamus, Rabu 6 Maret 2024. Foto : Dok. Polres Tanggamus.

“Menurut pengakuan HD, ia mengaku menjual sabu dan menyetorkan hasil penjualan kepada DR alias Kumis dengan memperoleh keuntungan sebesar Rp600 ribu,” jelasnya.

AKP Ujang Srikandi membeberkan, kronologis penangkapan ini dimulai dari informasi masyarakat tentang keberadaan rumah yang sering dijadikan tempat transaksi narkotika di beberapa lokasi di Kecamatan Limau, Tanggamus.

Meski saat itu, pihaknya sedang melaksanakan pengamanan Pleno KPU Tanggamus, namun dari informasi tersebut, pihaknya melakukan langkah-langkah taktis untuk menangkap para pelaku dan mengungkap jaringan peredaran narkotika yang meresahkan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dengan informasi akurat tersebut, akhirnya tiga pelaku tersebut berhasil ditangkap dengan barang bukti pendukungnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, terhadap ketiga tersangka saat ini masih terus dilakukan pengembangan guna mengetahui jaringan diatas mereka.

“Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU. RI Nomor 35, tahun 2009, tentang Narkotika. Ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara itu, menurut DR alias Kumis bahwa ia mendapatkan sabu seberat 4 gram dari seorang rekannya dengan pembayaran tempo setelah sabu laku terjual.

“Sabu saya pecah menjadi masing-masing 2 gram paket siap edar yang dibagi untuk dijual kepada kepada AN dan HD. Dari masing-masing 2 gram mereka setor Rp3 juta. Dari AN dan HD saya terima Rp6 juta,” kata DR alias Kumis di Polres Tanggamus.

DR alias Kumis menambahkan bahwa, AN dan HD mendapatkan keuntungan per gram sebesar Rp200-300 ribu. Sementara dirinya sendiri mendapatkan Rp1 juta dari hasil penjualan 4 gram sabu.

“Saya untungnya Rp1 juta, kedua teman saya AN dan HD mendapatkan masing-masing Rp600 ribu,” tutupnya. (Edi Hidayat)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru