Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dua jembatan sebelumnya telah putus di Sampang Turus, Wonosobo, Tanggamus, telah menyebabkan ketidaknyamanan yang serius bagi penduduk setempat.
Kakon Sampang Turus, Marhawi, menyatakan bahwa kondisi ini semakin memburuk setelah satu jembatan darurat lagi hancur karena diterjang banjir semalam.
Kejadian ini terjadi pada hari ketiga Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, tahun 2024 Masehi, saat banyak warga yang melakukan mudik atau perjalanan keluar pekon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan total tiga jembatan yang putus, akses menuju pekon menjadi semakin sulit dan memprihatinkan,” kata Marhawi kepada Media Prioritastv.com, Jumat 12 Maret 2024.
Marhawi menyebut, meskipun telah diajukan berulang kali, pembangunan jembatan permanen terus tertunda dan tidak terealisasi.
Masyarakat setempat merasa kecewa dan frustrasi karena harapan mereka untuk mendapatkan akses yang lebih baik terus pupus.
Yang lebih memprihatinkan, jembatan darurat yang dibangun oleh masyarakat setempat juga mengalami kerusakan.
Jembatan sampang berenok, yang merupakan jembatan darurat ketiga kalinya dibangun oleh masyarakat secara swadaya, kini juga putus.
“Panjang jembatan ini sekitar 13 meter, dan menjadi satu-satunya akses utama bagi penduduk setempat. Dua jembatan lainnya terlebih dahulu putus panjangnya 11 dan 12 meter,” jelasnya.
Kondisi ini sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari penduduk, termasuk anak-anak yang harus pergi ke sekolah di pusat kecamatan, guru yang mengajar di Sampang Turus, serta petani yang harus mengeluarkan hasil bumi mereka.
Marhawi menambahkan bahwa situasi ini sangat mendesak untuk ditangani segera. Masyarakat membutuhkan solusi yang konkret dan berkelanjutan agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan dengan normal dan akses yang lancar.
“Dengan tidak adanya jalan alternatif, masyarakat membutuhkan penanganan serius dari pihak berwenang,” tandasnya.
Diketahui, Pekon Sampang Turus, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, menjadi saksi dari petualangan epik para pemudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah Tahun 2024.
Cuaca hujan telah mengubah jalanan menjadi becek dan licin, menambah kesulitan bagi para pengendara yang berusaha mencapai tujuan mereka. Namun, tantangan sebenarnya belum dimulai.
Ketika mereka mencapai daerah Pekon Sampang Turus, mereka dihadapkan pada pemandangan yang mengejutkan, jembatan utama yang menghubungkan desa ini dengan daerah sekitarnya putus tergerus derasnya air banjir.
Para pemudik terpaksa berhenti sejenak, mempertimbangkan pilihan mereka di tengah kekacauan yang terjadi. Ketika memilih untuk mencari jalur lain tak ada alternatif, selain menyebrangi sungai yang masih deras. (Herdi)







