Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Penjabat Bupati Tanggamus menghadiri acara Sinergi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Penandatanganan Kerja Sama dengan Pemangku Kepentingan Publik Swasta untuk mendukung Program ICARE. Acara ini berlangsung di aula Hotel Royal Gisting, Selasa, 6 Agustus 2024.
Dalam laporannya, Drs. Rahman Jaya menyampaikan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh Dr. Hendra, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pupuk dan Pestisida di Kementerian Pertanian.
Dr. Hendra, putra daerah Lampung yang berkarir dari awal di Lampung, kini memegang jabatan strategis di Kementerian Pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita patut berbangga karena beliau banyak berpartisipasi untuk membantu kita, terutama dalam hal pekerjaan,” kata Rahman.
Rahman juga menjelaskan bahwa pada hari ini dilakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa stakeholder, yang akan meningkatkan keterikatan secara kinerja.
Program ICARE memiliki berbagai indikator kinerja yang harus dipenuhi, termasuk dokumen-dokumen pendukung seperti Polygon untuk lokasi pengembangan ± 1000 hektar.
“Kami melakukan Polygon itu secara langsung ke lapangan dan sudah selesai dengan dokumennya. Sudah di orbit dan oleh BPK kita memenuhi syarat clear,” jelasnya.
Selain itu, program ini juga fokus pada keterlibatan petani melalui koperasi dengan kuncinya di sini adalah keterlibatan petani dan kelompok petani dalam wadah koperasi.
“Target kami adalah melibatkan 9000 petani di seluruh Indonesia, dengan minimal 1000 petani di setiap lokasi. Untuk pengembangan ke depannya, tiga kecamatan di Kabupaten Tanggamus akan menjadi fokus awal, dengan harapan kecamatan lainnya akan menyusul pada tahun 2027,” tandasnya.
Penjabat Bupati Tanggamus, Mulyadi Irsan, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sosialisasi terhadap standarisasi hasil pertanian. Acara ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BSIP Kementerian Pertanian dengan Pemkab Tanggamus.
“Diharapkan hari ini akan banyak rangkaian kegiatan yang melengkapi program ICARE,” ujar Mulyadi.
Mulyadi juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis ruang dari hulu sampai ke hilir secara berkesinambungan, serta pemberdayaan masyarakat petani.
“Dari 9 wilayah provinsi di Indonesia, salah satunya Lampung, dan alhamdulillah Kabupaten Tanggamus memprakarsai kegiatan ini dengan lancar. Kita harus menjaga keberlanjutan program ini agar dampaknya maksimal,” ucapnya.
Pemerintah Indonesia melihat program ini sangat bermanfaat dan didanai oleh pemerintah pusat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
“Di sektor pertanian, baik secara nasional maupun provinsi, pertanian menduduki peringkat kedua dalam kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” ujar Mulyadi.
Untuk Provinsi Lampung, sektor pertanian menyumbang sekitar 28,9% dari PDB, dan Kabupaten Tanggamus masih mendominasi sektor ini.
“Kita harus terus mendukung dan meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Tanggamus,” pungkasnya. (Herdi)







