Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Satu-satunya Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi terasi dari udang rebon, yakni Kelompok Pengolahan dan Pemasaran Hasil Laut Bakti Pertiwi Pekon Sukabanjar, Kota Agung Timur, Tanggamus, kembali mendapat perhatian dari perguruan tinggi.
Setelah sebelumnya Politeknik Negeri Lampung (Polinela) memberikan bantuan teknis dan alat produksi berupa mesin penggiling dan alat penjemuran untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pembuatan terasi berbahan rebon.
Kali ini perhatian datang dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), fakultas tersebut memberikan bantuan alat pengering portabel dan pelatihan kepada anggota UKM agar dapat meningkatkan kualitas terasi yang diproduksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan alat pengering portabel tersebut dilakukan oleh Elhamida Rezkia Amien, M.Si dari Fakultas Pertanian Unila, didampingi Yeni selaku Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan dan Kelautan Tanggamus, pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Elhamida Rezkia Amien, dari Fakultas Pertanian Unila mengatakan bahwa mereka sedang melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan bantuan berupa alat pengering portabel kepada kelompok pengolahan dan pemasaran hasil laut ini.
“Selain itu, kami juga memberikan penyuluhan mengenai penyimpanan, pengelolaan, dan pengemasan terasi yang tepat agar terasi memiliki harga jual dan minat yang tinggi dari konsumen,” ujar Elhamida.
Ia menyebutkan bahwa pemasaran produk terasi saat ini masih dilakukan dari mulut ke mulut. “Ke depan, harapan kami adalah UKM ini menjadi ikon Kabupaten Tanggamus sehingga produknya lebih dikenal dan mampu bersaing dengan daerah lain untuk produk terasi,” tambahnya.
Sementara itu, Rasid, penanggung jawab UKM tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini mereka masih belum memiliki tempat penyimpanan hasil produksi yang permanen.
“Kalau saya paksakan membuat tempat penyimpanan, modal untuk produksi nanti akan habis terpakai untuk membangun gudang penyimpanan,” ungkap Rasid.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan dan Kelautan Tanggamus, Yeni, menyatakan bahwa untuk masalah pemasaran terasi khas Tanggamus ke luar daerah bisa dibantu oleh Fakultas Pertanian Unila.
“Mungkin mereka bisa ekspor ke luar negeri, seperti Jepang, karena mereka sudah melakukan studi banding ke sana,” kata Yeni.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Pertanian Unila atas bantuan yang diberikan kepada UKM di Tanggamus.
“Kami merasa bangga karena mendapat perhatian ini. Mudah-mudahan ke depannya ada fakultas-fakultas lain yang memberikan bantuan ke Kabupaten Tanggamus,” lanjut Yeni.
Yeni menambahkan bahwa saat ini UKM Pengelolaan Produk Terasi di Tanggamus hanya ada di Pekon Sukabanjar.
“Dulu ada, tapi tidak seperti ini. Sekarang Terasi Khas Tanggamus ini diutamakan. Mudah-mudahan jika nanti ada bantuan dari Pemerintah Dinas Perikanan Provinsi atau Kementerian, kami akan membantu,” tandasnya. (Herdi)







