Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Warga Pekon Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, diresahkan oleh kemunculan enam ekor buaya di muara pantai yang dekat dengan permukiman penduduk.
Kejadian ini semakin memicu kekhawatiran warga, terutama setelah isu tsunami yang tengah ramai diperbincangkan. Sejak malam Jumat, 23 Agustus 2024, tiga ekor buaya pertama kali terlihat di sekitar pelelangan ikan, hanya beberapa meter dari rumah warga.
Meskipun belum ada insiden yang merugikan, kehadiran buaya ini membuat warga, terutama para nelayan, merasa tidak aman dalam beraktivitas di laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Syarif Zulkarnain, Kepala Pekon Penyandingan, mengungkapkan bahwa kemunculan buaya ini menimbulkan keresahan di kalangan warga.
“Kemunculan buaya ini sangat mengkhawatirkan. Kami takut terjadi konflik antara manusia dan buaya yang merupakan hewan dilindungi oleh pemerintah,” kata Syarif kepada Media Prioritastv.com, Minggu 25 Agustus 2024.
Syarif Zulkarnain menyebut bahwa sudah puluhan tahun tidak pernah ada kemunculan buaya, ia berharap buaya tersebut dievakuasi.
“Harapan saya, buaya-buaya tersebut dapat dievakuasi agar tidak mengganggu aktivitas warga, terutama nelayan yang mencari nafkah di pinggir pantai,” harapnya.
Kasat Polair Tanggamus, Iptu Zulkarnaen, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala pekon, camat, dan kapolsek setempat untuk mencegah terjadinya konflik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada, khususnya bagi para nelayan dan warga yang tinggal dekat pantai,” kata Zulkarnaen.
Warga Pekon Penyandingan diimbau untuk sementara waktu mengurangi aktivitas di pesisir pantai, terutama pada malam hari, hingga pihak berwenang mengambil tindakan lebih lanjut. (Herdi)







