Tim Penghubung Proyek Bendungan Way Sekampung Pringsewu dan Warga Penerima Kompensasi Bersitegang, Ini Penyebabnya ?

- Jurnalis

Rabu, 28 Agustus 2024 - 09:21

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto bendungan Way Sekampung dan saat ketegangan rembuk desa di Pekon Pamenang, Pagelaran, Pringsewu, Selasa 27 Agustus 2024.

Kolase foto bendungan Way Sekampung dan saat ketegangan rembuk desa di Pekon Pamenang, Pagelaran, Pringsewu, Selasa 27 Agustus 2024.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Rembuk Desa yang digelar oleh pemerintah Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada Selasa 27 Agustus 2024 berakhir tanpa kesepakatan.

Musyawarah yang sedianya bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan kompensasi lahan terdampak pembangunan bendungan Way Sekampung Bumi Ratu ini justru diwarnai ketegangan yang berujung pada adu argumen antara Tim Penghubung Masyarakat dan Proyek dengan warga penerima kompensasi.

Situasi semakin memanas ketika salah seorang anggota Tim Penghubung Masyarakat dan Proyek, berinisial JR, meradang setelah dituduh melakukan sabotase dengan tidak melibatkan seluruh tim dalam proses pengambilan uang persentase yang diberikan oleh warga kepada tim tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JR tidak hanya membantah tuduhan tersebut, tetapi juga mengecam warga yang melaporkannya kepada pihak kepolisian karena tidak menyerahkan buku tabungan milik warga.

Ketegangan meningkat saat salah satu anggota tim penghubung lainnya, Candra, yang merupakan partner kerja JR, menyatakan kekesalannya. Menurut Candra, JR dianggap telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

Dalam kesepakatan tersebut, persentase yang diberikan oleh warga pemilik lahan yang bernilai miliaran rupiah seharusnya disimpan di rekening Tim Penghubung Masyarakat dan Proyek. Namun, JR diduga justru menampung dana tersebut di rekening pribadinya.

Candra juga menuding JR melakukan manipulasi dengan menaikkan persentase yang dibebankan kepada warga di luar perjanjian kontrak.

“Penarikan uang tanpa melibatkan seluruh anggota tim, dan menaikkan persentase di luar perjanjian kontrak,” ungkap Candra dengan nada kecewa.

Sementara itu, salah seorang warga penerima kompensasi lahan, Masbung, menyatakan bahwa buku tabungannya ditahan oleh JR, sehingga ia tidak bisa menarik uangnya. Masbung mengaku telah melaporkan JR kepada pihak berwajib atas tindakan tersebut.

“Semestinya penahanan buku tabungan saya harus diketahui oleh seluruh tim, namun ini kebalikannya,” tegas Masbung. (Davit)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru