Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi digital, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tanggamus, Suhartono, menekankan bahwa literasi digital dapat menjadi filter penting dalam memilah informasi yang benar. Hal ini disampaikannya dalam sebuah acara yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Dalam kesempatan tersebut, Suhartono menyampaikan bahwa Diskominfo Tanggamus telah melakukan berbagai upaya untuk mendata penggunaan smartphone di wilayah tersebut. Hasilnya, lebih dari 80.000 nomor WhatsApp dan email berhasil dikumpulkan dari masyarakat Tanggamus. Menurutnya, data ini menunjukkan bahwa hampir 80 persen masyarakat Tanggamus sudah menggunakan smartphone.
“Ini menunjukkan bahwa hampir 80 persen masyarakat Tanggamus sudah menggunakan smartphone. Oleh karena itu, saya berharap kita semua dapat bijaksana dalam menggunakannya, terutama dalam menyebarkan informasi,” ucap Suhartono, Rabu 28 Agustus 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Suhartono menegaskan bahwa dengan literasi digital yang baik, masyarakat Tanggamus diharapkan dapat lebih kritis dan selektif dalam menerima serta menyebarkan informasi. Langkah ini penting untuk menekan penyebaran hoax dan menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
“Kita meminta masyarakat Tanggamus juga harus bisa memilih informasi yang dapat disebarkan. Jangan menyebarkan hoax,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa di era digital seperti saat ini, kemampuan untuk memilah informasi yang benar dari yang salah sangatlah penting. Diskominfo Tanggamus terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi digital mereka, demi menciptakan lingkungan informasi yang sehat dan aman bagi semua.
Dengan semakin tingginya angka penggunaan smartphone di Tanggamus, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, sehingga dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan sosial di wilayah tersebut. (Herdi)







