Pameran Bonsai Nasional 2024 di Tanggamus dan Cerita Perjuangan Pecinta Pohon Kerdil Hingga Raih Juara Umum

- Jurnalis

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 18:50

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Andi Wijaya Sekretaris PPBI Bandar Lampung  didampingi Ketua PPBI Tanggamus Ari Yuda saat cerita bonsai, Sabtu 30 Agustus 2024 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Andi Wijaya Sekretaris PPBI Bandar Lampung didampingi Ketua PPBI Tanggamus Ari Yuda saat cerita bonsai, Sabtu 30 Agustus 2024 | Herdi/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pameran Bonsai Nasional 2024 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Tanggamus di area wisata kolam renang Butterfly Gisting pada Sabtu, 31 Agustus 2024, menjadi sorotan utama bagi para pecinta bonsai dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan tanaman kerdil yang dikenal dengan sebutan bonsai, tetapi juga menjadi ajang pertemuan bagi para pembonsai untuk berbagi pengalaman dan ilmu dalam merawat serta mengembangkan bonsai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andi Wijaya, seorang peserta asal Bandar Lampung, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti pameran ini. “Persiapan untuk pameran ini sangat detail. Kami harus menyiapkan pohon, merapikan pot, bahkan menyiapkan meja dan perlengkapan lainnya. Semua dilakukan bersama-sama dengan teman-teman dari Bandar Lampung, kemudian barang-barang kami kirim ke sini,” ujar Andi Wijaya yang juga menjabat sebagai Sekretaris PPBI Bandar Lampung.

Mengenai nilai ekonomis bonsai, Andi menjelaskan bahwa harga bonsai sangat relatif, tergantung pada kematangan pohon dan keunikan seni yang dihasilkan.

“Nilai tinggi relatif sih, tergantung kematangan dan berbagai faktor lainnya. Dalam hobi bonsai, semakin lama dan semakin baik perawatannya, maka nilai bonsai bisa sangat tinggi,” tambahnya.

Andi juga berbagi kisah perjalanannya dalam dunia bonsai yang sudah ia tekuni selama sekitar 10 tahun. “Kurang lebih 10 tahunan saya menekuni bonsai. Prestasi baru sekali menjuarai lomba di Tulang Bawang Barat, kebetulan pohon saya yang jadi juara umum,” tuturnya dengan bangga.

Ketika ditanya tentang perawatan bonsai, Andi menjelaskan bahwa perawatannya sebenarnya sederhana namun memerlukan pemahaman mendalam tentang ilmu botani.

“Yang utama adalah memahami cara hidup pohon, kemudian bagaimana cara merawatnya secara harian. Baru setelah itu kita bicara soal seni dan bentuknya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa proses pembentukan bonsai membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Kalau untuk bonsai, kita bicaranya tahunan bahkan puluhan tahun. Bonsai dengan ukuran small to medium saja butuh waktu minimal 5 sampai 10 tahun. Tapi kalau sudah sampai ukuran L atau XL, mungkin butuh 20 sampai 40 tahun untuk mencapai bonsai yang maksimal,” ujar Andi.

Andi berharap dengan kepemimpinan Ari Yuda sebagai Ketua PPBI Tanggamus, perkembangan bonsai di Tanggamus semakin maju dan menghasilkan bonsai-bonsai berkualitas tinggi.

“Semoga bonsai-bonsai di Tanggamus semakin berkembang dan semakin keren di bawah kepemimpinan Pak Ari Yuda,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PPBI Tanggamus, Ari Yuda, menyampaikan bahwa pameran bonsai Nasional 2024 ini diikuti oleh peserta dari 14 kabupaten/kota serta beberapa peserta dari Tangerang dan Surabaya. Ia juga berharap agar PPBI Tanggamus dapat terus berkembang menjadi industri kreatif yang mampu melahirkan pembonsai-pembonsai dengan nilai ekonomi tinggi, serta menjadi acuan dalam event-event nasional.

“Pameran ini merupakan langkah awal untuk menjadikan PPBI Tanggamus sebagai pusat industri kreatif yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional. Kami berharap, ke depannya Tanggamus bisa menjadi kiblat bagi para pembonsai di Indonesia,” kata Ari Yuda.

Pameran Bonsai Nasional 2024 di Tanggamus ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi para pembonsai untuk mengekspresikan seni dan kreativitas mereka. Dengan adanya pameran seperti ini, diharapkan bonsai dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari industri kreatif di Indonesia. (Herdi)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru