Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pameran Bonsai Nasional 2024 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Tanggamus di area wisata kolam renang Butterfly Gisting pada Sabtu, 31 Agustus 2024, menjadi sorotan utama bagi para pecinta bonsai dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan tanaman kerdil yang dikenal dengan sebutan bonsai, tetapi juga menjadi ajang pertemuan bagi para pembonsai untuk berbagi pengalaman dan ilmu dalam merawat serta mengembangkan bonsai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Andi Wijaya, seorang peserta asal Bandar Lampung, mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti pameran ini. “Persiapan untuk pameran ini sangat detail. Kami harus menyiapkan pohon, merapikan pot, bahkan menyiapkan meja dan perlengkapan lainnya. Semua dilakukan bersama-sama dengan teman-teman dari Bandar Lampung, kemudian barang-barang kami kirim ke sini,” ujar Andi Wijaya yang juga menjabat sebagai Sekretaris PPBI Bandar Lampung.
Mengenai nilai ekonomis bonsai, Andi menjelaskan bahwa harga bonsai sangat relatif, tergantung pada kematangan pohon dan keunikan seni yang dihasilkan.
“Nilai tinggi relatif sih, tergantung kematangan dan berbagai faktor lainnya. Dalam hobi bonsai, semakin lama dan semakin baik perawatannya, maka nilai bonsai bisa sangat tinggi,” tambahnya.
Andi juga berbagi kisah perjalanannya dalam dunia bonsai yang sudah ia tekuni selama sekitar 10 tahun. “Kurang lebih 10 tahunan saya menekuni bonsai. Prestasi baru sekali menjuarai lomba di Tulang Bawang Barat, kebetulan pohon saya yang jadi juara umum,” tuturnya dengan bangga.
Ketika ditanya tentang perawatan bonsai, Andi menjelaskan bahwa perawatannya sebenarnya sederhana namun memerlukan pemahaman mendalam tentang ilmu botani.
“Yang utama adalah memahami cara hidup pohon, kemudian bagaimana cara merawatnya secara harian. Baru setelah itu kita bicara soal seni dan bentuknya,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa proses pembentukan bonsai membutuhkan waktu yang sangat lama.
“Kalau untuk bonsai, kita bicaranya tahunan bahkan puluhan tahun. Bonsai dengan ukuran small to medium saja butuh waktu minimal 5 sampai 10 tahun. Tapi kalau sudah sampai ukuran L atau XL, mungkin butuh 20 sampai 40 tahun untuk mencapai bonsai yang maksimal,” ujar Andi.
Andi berharap dengan kepemimpinan Ari Yuda sebagai Ketua PPBI Tanggamus, perkembangan bonsai di Tanggamus semakin maju dan menghasilkan bonsai-bonsai berkualitas tinggi.
“Semoga bonsai-bonsai di Tanggamus semakin berkembang dan semakin keren di bawah kepemimpinan Pak Ari Yuda,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PPBI Tanggamus, Ari Yuda, menyampaikan bahwa pameran bonsai Nasional 2024 ini diikuti oleh peserta dari 14 kabupaten/kota serta beberapa peserta dari Tangerang dan Surabaya. Ia juga berharap agar PPBI Tanggamus dapat terus berkembang menjadi industri kreatif yang mampu melahirkan pembonsai-pembonsai dengan nilai ekonomi tinggi, serta menjadi acuan dalam event-event nasional.
“Pameran ini merupakan langkah awal untuk menjadikan PPBI Tanggamus sebagai pusat industri kreatif yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat nasional. Kami berharap, ke depannya Tanggamus bisa menjadi kiblat bagi para pembonsai di Indonesia,” kata Ari Yuda.
Pameran Bonsai Nasional 2024 di Tanggamus ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi para pembonsai untuk mengekspresikan seni dan kreativitas mereka. Dengan adanya pameran seperti ini, diharapkan bonsai dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari industri kreatif di Indonesia. (Herdi)







