Prioritastv.com, Bandar Lampung – Pelaku penembakan terhadap seorang mahasiswa yang sedang melaksanakan PKL di Kantor Bawaslu Lampung berhasil ditangkap oleh aparat Polsek Sukarame, Polresta Bandar Lampung pada Sabtu 31 Agustus 2024.
Pelaku yang diketahui bernama Linton Sinaga (19) asal Panjang, Bandar Lampung, merupakan pengedar sabu yang didorong rasa cemburu karena pacarnya melambaikan tangan kepada korban.
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Abdul Waras, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil ditangkap saat menginap di sebuah penginapan di Rangai, Katibung, Lampung Selatan, setelah melarikan diri pasca menembak korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sampaikan pelaku penembakan di Kantor Bawaslu Lampung berhasil ditangkap ketika menginap di salah satu tempat penginapan di Rangai, Katibung, Lampung Selatan,” kata Kombes Abdul Waras.
Menurut hasil pemeriksaan, Linton melakukan penembakan tersebut karena cemburu saat pacarnya melambaikan tangan kepada korban, Sandi Polanda (25), warga OKU Selatan, yang saat itu berada di teras Lantai 2 Kantor Bawaslu Lampung.
Pacarnya diduga memberi kode untuk meminta nomor WhatsApp korban, yang memicu amarah pelaku hingga melakukan penembakan.
“Pacar pelaku ini mengkode lambaikan tangan untuk meminta nomor WhatsApp korban, yang pada saat itu berada di teras Lantai 2 Kantor Bawaslu Lampung,” ungkap Kapolresta.
Setelah menembak ke arah Kantor Bawaslu, pelaku kembali melakukan penembakan menggunakan senjata air softgun di daerah Sukabumi, Bandar Lampung, setelah mengantarkan pacarnya. Saat ditangkap, pelaku masih membawa senjata tersebut.
“Senjata air softgun ini dibawa oleh pelaku, bahkan saat ditangkap juga sedang membawa senjata tersebut,” jelas Kombes Abdul Waras, menambahkan bahwa pelaku tidak memiliki izin kepemilikan senjata tersebut.
Selain senjata, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti di Mapolsek Sukarame, termasuk 9 paket kecil ganja siap edar, dua paket besar ganja, 8 paket sedang ganja, satu paket besar sabu, satu paket sedang sabu, 25 paket kecil sabu siap edar, dan empat unit timbangan digital yang digunakan untuk menimbang sabu sebelum diedarkan.
Polisi saat ini sedang mendalami asal senjata air softgun dan peluru gotri yang ditemukan bersama pelaku, serta proses pendistribusian narkoba yang dilakukannya. (Erwin)







