Korban Serangan Harimau, Kaki Kanan dan Tempurung Kepala Petani Lampung Barat Hilang

- Jurnalis

Minggu, 22 September 2024 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Harimau Sumatera/Panthera Tigris di Lampung Barat. Dok. Istimewa.

Ilustrasi Harimau Sumatera/Panthera Tigris di Lampung Barat. Dok. Istimewa.

Prioritastv.com, Lampung – Seorang petani asal Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, bernama Karim Yulianto (46), ditemukan tewas di kebunnya pada Sabtu 21 September 2024, malam setelah diserang oleh seekor harimau Sumatera.

Tubuh korban ditemukan warga dalam kondisi tidak utuh, dengan bagian kaki kanan dan tempurung kepala belakang yang hilang.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, menyatakan bahwa korban sebelumnya dinyatakan hilang oleh pihak keluarga setelah berpamitan untuk berkebun di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Korban ditemukan warga sudah tidak bernyawa di kebunnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi kejadian dan luka-luka yang dialami, Karim meninggal dunia akibat serangan harimau,” kata Umi, Minggu 22 September 2024.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal dunia sekitar 14 jam sebelum ditemukan. Jenazah Karim telah dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan.

“Kami mengimbau masyarakat setempat untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas di kebun, mengingat harimau yang menyerang korban masih belum tertangkap,” lanjutnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pria di Pringsewu Ditemukan Meninggal di Rumah Tunangannya

Saat ini, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan TNI, pihak TNBBS, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menindaklanjuti kejadian tersebut dan mengantisipasi serangan lanjutan dari harimau Sumatera di wilayah tersebut.

Waspada Serangan Harimau Sumatera di Kawasan Hutan TNBBS

Kasus serangan harimau ini mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di dekat kawasan hutan TNBBS yang menjadi habitat asli harimau Sumatera. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk memastikan keamanan warga. (Erwin)

Berita Terkait

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’
Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema
Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang
Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka
Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026
Bupati Tanggamus Beri Bantuan Korban Kebakaran Talang Padang dan Instruksikan OPD Lakukan Assessment
Viral Rumah Dirobohkan di Pati Jawa Tengah Usai Pasutri Cerai
Perjuangan Dua Perawat Puskesmas Martanda Tanggamus Dampingi Ibu Hamil Seberangi Lautan Demi Persalinan
Berita ini 9 kali dibaca

Redaktur

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 22:18 WIB

Aksi Dugaan Curanmor Digagalkan Warga Pringsewu, Dua Pelaku Nyaris Dapat ‘Salam Olahraga’

Minggu, 12 April 2026 - 14:41 WIB

Harga Plastik dan Bahan Baku Naik, Pedagang Kecil di Metro Hadapi Dilema

Minggu, 12 April 2026 - 13:20 WIB

Pencarian 7 Hari Tanpa Hasil, Korban Terseret Arus Sungai Rantau Tijang Pringsewu Dinyatakan Hilang

Minggu, 12 April 2026 - 10:18 WIB

Dua Pelaku Curanmor Diamuk Massa di Lampung Tengah, Satu Tewas dan Satu Luka

Sabtu, 11 April 2026 - 14:17 WIB

Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Wonosobo Tanggamus Disurvei untuk Program Bedah Rumah 2026

Berita Terbaru