Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung -Wisata Kuliner Tradisional Nggruput (Minggu Mruput) di Kabupaten Pringsewu, yang telah dibuka sejak 2017, merayakan hari jadinya yang ke-7 pada Minggu (6/10/2024) di Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu.
Dalam acara ini, beragam kegiatan seperti senam bersama, pertunjukan jaran kepang, silat, undian berhadiah, serta penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng turut memeriahkan perayaan.
Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk perwakilan dari Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Boby Irawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Boby mengapresiasi pencapaian Nggruput sebagai daya tarik wisata kuliner yang diminati masyarakat dan pelaku usaha kuliner.
“Saya berharap Nggruput terus berkembang, memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, dan semakin memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal,” ujar Boby.
Selain itu, momentum HUT ke-7 ini diharapkan dapat mendorong munculnya inovasi di bidang wisata kuliner yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Pringsewu.
Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hipni, yang mewakili Pj. Bupati Pringsewu Marindo Kurniawan, juga menyampaikan harapannya agar Nggruput semakin berkembang sebagai destinasi wisata kuliner tradisional yang mendukung pertumbuhan pariwisata dan UMKM di Pringsewu.
Salah satu pendiri Nggruput, Umbar Susilo, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan Nggruput yang semakin ramai. Ia juga berharap adanya peningkatan fasilitas penerangan di sekitar lokasi wisata untuk membuka peluang kegiatan wisata kuliner malam hari.
Ketua Panitia HUT ke-7 Nggruput, Sudarmanto, menjelaskan bahwa Nggruput Pringsewu mengusung konsep kuliner tradisional dan menawarkan lebih dari 300 jenis jajanan tradisional. Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung mencapai ribuan, dengan wisatawan asing yang pernah berkunjung beberapa kali.
“Nggruput bukan hanya sekedar wisata kuliner, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya dan tradisi lokal yang perlu terus dikembangkan,” ungkap Sudarmanto. (Samuel)







