Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Lurah Pasar Madang, Mega Sari, menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi korban insiden perahu tenggelam yang terjadi di wilayah Kota Agung, Tanggamus.
Dalam kunjungannya, Senin 2 Desember 2024, ia menyerahkan bantuan berupa bahan pokok berupa beras kepada dua korban untuk meringankan beban mereka pasca kehilangan alat pencaharian.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Bantuan ini diharapkan dapat membantu sementara waktu,” kata Mega Sari kepada kedua korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mega Sari menyebut, pihaknya juga akan melaporkan kejadian ini kepada Penjabat (PJ) Bupati Tanggamus agar ada langkah lanjutan.
“Terutama terkait kerusakan dan kehilangan perahu yang menjadi alat mata pencaharian mereka,” ujarnya.
Insiden tenggelamnya perahu ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan nelayan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
Meski insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya terasa berat secara ekonomi bagi korban yang bergantung pada perahu sebagai sumber penghasilan.
Mega Sari mengimbau para nelayan untuk lebih memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut dan memastikan kelengkapan alat keselamatan.
“Kami berharap warga selalu waspada dan memprioritaskan keselamatan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, dua nelayan asal Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, nyaris kehilangan nyawa setelah perahu mereka dihantam badai di perairan Pekon Kagungan dan Pekon Kerta Kecamatan Kota Agung Timur.
Insiden tersebut terjadi pada Jumat 29 November 2024, sore mengakibatkan satu perahu rusak parah sementara satu perahu lainnya hilang hingga kini belum ditemukan.
Kedua korban, Tatang (45) dan Karna (45), berhasil selamat meski harus berjuang keras melawan cuaca ekstrem dan gelombang besar.
Dari musibah ini, Tatang dan Karna mengalami kerugian material sekitar Rp25 juta. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki perahu yang rusak serta mengganti perahu yang hilang. (Herdi)







