Prioritastv.com, Lampung – Sebuah video yang menampilkan kelompok gajah liar memasuki area perkebunan di daerah Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diunggah oleh akun Yunita Ukhty. Dalam video tersebut, Yunita menyampaikan keresahannya sebagai petani yang merasa terancam oleh kehadiran hewan-hewan besar tersebut.
“Baru saja harimau ditangkap, sekarang gajah berulah lagi. Tolong pemerintah, bantu kami para petani. Ini cara mengusirnya bagaimana? Kita juga butuh makan, dan gajah juga butuh makan,” ungkap Yunita dalam suara video tersebut, Rabu 1 Januari 2025.
Kejadian ini memicu beragam komentar dari netizen. Salah satunya adalah Diajeng Rahayu, yang menyarankan warga untuk meninggalkan lokasi demi keamanan. “Dari pada terjadi lagi tragedi seperti kemarin, orang diamuk gajah, mending tempat itu ditinggalin. Mungkin dulunya itu jalur lewat gajah,” tulis Diajeng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ada juga yang menyoroti persoalan dari sisi pelestarian lingkungan. Netizen Raden Mujianto mengungkapkan bahwa konflik satwa liar seperti ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang merambah hutan sembarangan.
“Coba kita jangan merambah hutan sembarangan yang menyebabkan terganggunya habitat mereka. Jadi kita sebagai manusia seharusnya bisa menjaga flora dan fauna agar kelestariannya terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, Angga Fiki Maulana mendoakan keselamatan para warga yang terdampak konflik dengan satwa liar ini. “Semoga yang ada di sana diberi keselamatan. Aamiin,” tulisnya.
Akun Aris Aya Bae di Facebook Group Gajah Lestari menginformasikan kelompok gajah lain yang memakai GPS Collar pada Rabu 1 Januari 2025, pukul 19.27 WIB berada di wilayah Kabupaten Tanggamus tepatnya antara blok 4 dan blok 5.
Tantangan bagi Pemerintah dan Warga
Kejadian ini menyoroti tantangan besar dalam mengelola konflik antara manusia dan satwa liar, terutama di daerah yang berbatasan langsung dengan hutan.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi keselamatan warga sekaligus menjaga habitat alami satwa liar.
Selain itu, edukasi bagi masyarakat tentang cara menghadapi konflik dengan satwa liar serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Diketahui sebelumnya, kawanan gajah liar yang dikenal dengan sebutan “Tim 18” berulah di Talang Badar, Blok 3, Gunung Doh, BNS, Tanggamus. Serangan tragis ini terjadi pads dinihari tadi pada Senin, 30 Desember 2024, sekitar pukul 01.00 WIB.
Insiden ini mengakibatkan seorang petani wanita bernama Suarni tewas setelah gubuk mereka dirusak kawanan gajah tersebut. Kawanan gajah juga merusak tubuh korban hingga tercerai berai. (Edi Hidayat)







