Dituduh Curi Uang, Santri Ponpes di Pesawaran Lampung Dianiaya dan Disundut Besi Panas, Polisi Lakukan Penyelidikan

- Jurnalis

Senin, 6 Januari 2025 - 14:41

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto kondisi bocah RV yang diduga dianiaya dan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah saat memberikan keterangan, Senin 6 Januari 2025 | Dok. Istimewa.

Kolase foto kondisi bocah RV yang diduga dianiaya dan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah saat memberikan keterangan, Senin 6 Januari 2025 | Dok. Istimewa.

Prioritastv.com, Lampung – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di salah satu pondok modern Pesona Al-Quran di Desa Negeri Sakti, Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, pasalnya seorang santri berinisial RV (13) melaporkan telah menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh pengurus pesantren berinisial H. Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2024, sekitar pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh, termasuk memar di wajah, bengkak di mata kiri, dan luka di punggung serta kaki. Beberapa bagian kulit korban bahkan terlihat terkelupas.

Keluarga korban yang tidak terima dengan kejadian ini segera melaporkan insiden tersebut ke Polres Pesawaran pada Sabtu malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik, membenarkan laporan ini dan menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang mendalami kasus tersebut.

“Polres Pesawaran telah menerima laporan terkait dugaan kekerasan di salah satu pesantren di Pesawaran. Penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya,” kata Kombes Umi Fadillah pada Senin 6 Januari 2025.

Menurut pengakuan awal korban, sebelum mengalami kekerasan, tubuhnya diikat terlebih dahulu. Korban juga menyebutkan bahwa dirinya mengalami perlakuan fisik yang menyebabkan luka-luka.

Namun, dari hasil penyelidikan awal, diduga penganiayaan tersebut bermula dari masalah pencurian uang di kamar pesantren.

“Kami akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan motif, kronologi, dan pihak yang terlibat,” tandas Kombes Umi Fadillah.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama karena melibatkan lingkungan pendidikan agama. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini secara transparan dan sesuai hukum yang berlaku. (Erwin)

Berita Terkait

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Seluruh Penumpang KMP Batumandi di Merak Berhasil Dievakuasi, Tim SAR Fokus Padamkan Api
Defisit Rp79,9 Miliar, KUA-PPAS Tanggamus 2027 Rencanakan Pendapatan Rp1,56 Triliun
Sejumlah Kapolsek di Polres Lampung Tengah dan Kasi Humas Berganti, Ini Daftar Namanya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:54

Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:27

Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:43

20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya

Berita Terbaru