Menu

Mode Gelap
 

Lampung · 23 Jan 2025 09:42 WIB ·

Tak Indahkan Peringatan Polisi dan Dishub, Puluhan Truk Pasir Tambang Ilegal Muatan 10 Ton Lebih Rusak Jalan di Pringsewu dan Lampung Tengah


 Jalan menjadi bubur di kampung Sri Way Langsep Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Perbesar

Jalan menjadi bubur di kampung Sri Way Langsep Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah.

Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Puluhan truk bermuatan pasir yang diduga berasal dari tambang ilegal terus melintas di jalan penghubung antara Kampung Sri Way Langsep, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, dan Pekon Waya Krui, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu.

Akibatnya, jalan yang sebelumnya beraspal kini berubah menjadi rusak parah dengan lubang besar dan permukaan bergelombang, sehingga kondisi ini tidak hanya menyulitkan pengendara lain, tetapi juga mengganggu aktivitas warga.

Selain itu, beberapa infrastruktur milik masyarakat, seperti pipa saluran air, turut mengalami kerusakan akibat terlindas oleh truk bermuatan pasir dengan kapasitas lebih dari 10 ton tersebut.

Toni, warga Pekon Waya Krui, menyampaikan keresahan masyarakat terhadap aktivitas truk-truk pengangkut pasir yang telah berlangsung lama.

“Awalnya jalan di sini beraspal dan baru dibangun, tetapi sekarang sudah tidak berbentuk. Jalan tanah juga rusak, bergelombang, dan menjadi kubangan. Saat musim panas, debu menjadi masalah tambahan bagi kami,” ungkap Toni, Kamis 23 Januari 2025.

Toni menambahkan, upaya penertiban sebenarnya pernah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Pringsewu. Rambu-rambu larangan telah dipasang untuk membatasi truk bermuatan lebih dari kapasitas yang ditentukan. Namun, hal itu tidak diindahkan oleh sopir-sopir truk tersebut.

“Polres Pringsewu dan Dishub sudah memasang rambu peringatan untuk melarang kendaraan melebihi tonase. Tapi sayangnya, truk-truk ini semakin sering melintas dan kerusakan jalan semakin parah,” keluh Toni.

Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat setempat. Toni menyebut, anak-anak yang hendak bersekolah dan warga yang ingin mengakses layanan kesehatan atau administrasi terganggu karena jalan yang sulit dilalui.

“Kami berharap instansi terkait kembali turun tangan untuk menertibkan truk-truk ini dan mengarahkan mereka agar menggunakan jalan yang sesuai. Kalau dibiarkan, kerusakan ini akan semakin merugikan warga,” tegas Toni.

Selain kerusakan jalan, Toni juga menyebut bahwa keberadaan truk-truk tersebut mengancam keselamatan pengendara lain. Kondisi jalan yang buruk dan lalu lintas kendaraan berat kerap menimbulkan kecelakaan kecil di wilayah tersebut.

Warga Kampung Sri Way Langsep dan Pekon Waya Krui mendesak pemerintah daerah, kepolisian, dan Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah tegas dalam menangani masalah ini. Penegakan aturan tonase kendaraan dan pengawasan terhadap tambang pasir ilegal menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Dengan kondisi jalan yang terus memburuk, langkah cepat dan efektif sangat diperlukan untuk memulihkan akses transportasi warga serta menghindari dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar. (Davit)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tim Labfor Identifikasi TKP Paska Karyawan asal Lampung Timur Tewas Menggenaskan di PT MI Lampung Tengah

18 February 2025 - 20:34 WIB

Tim Gabungan Respon Keresahan Nelayan Digul atas Kapal Kursin Masuk Perairan Kota Agung Barat Tanggamus, Ini Hasilnya !

18 February 2025 - 15:51 WIB

Propam Polda Lampung Lakukan Mitigasi di Polres Tulang Bawang, Kompol David Paparkan Tujuannya

18 February 2025 - 15:19 WIB

16 Usulan Jadi Prioritas Utama Musrenbang RKPD 2026 Kecamatan Kelumbayan Barat Tanggamus

18 February 2025 - 13:33 WIB

Mantan Kades Madajaya Jadi Buronan, Kejari Pesawaran Tetapkan Sutrisna sebagai DPO

18 February 2025 - 13:14 WIB

Dua Kecamatan di Tanggamus Dilirik Jadi CDOB Cukuh Bandakh Lima dan Pesisir Lampung, Ini Tanggapan Anggota DPRD Romzi Edy

18 February 2025 - 13:05 WIB

Trending di Lampung