Ngeri, Ledakan Bom Ikan di Lampung Timur, Seorang Nelayan Dikabarkan Tewas 

- Jurnalis

Minggu, 26 Januari 2025 - 15:33

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto kondisi korban paska ledakan bom ikan di Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Minggu 26 Januari 2025 | Dok. Tangkapan Layar Video.

Kolase foto kondisi korban paska ledakan bom ikan di Desa Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur, Minggu 26 Januari 2025 | Dok. Tangkapan Layar Video.

Prioritastv.com, Lampung Timur – Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, pada Minggu (25/1/2025). Seorang nelayan perantauan asal Citeurep, Cirebon, bernama Awang, tewas akibat luka bakar parah yang dideritanya usai ledakan bom ikan yang diduga dirakitnya sendiri.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik korban tergeletak dan ditutupi kain setelah ledakan. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit AKA Medika Sribhawono untuk mendapatkan perawatan awal sebelum akhirnya dirujuk ke RS Abdul Muluk, Bandar Lampung.

Menurut seorang warga bernama Aris yang turut mengantarkan korban, upaya untuk menyelamatkan nyawa Awang tidak membuahkan hasil dan ia meninggal pada pukul 13.30 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban sempat dirujuk ke RS Abdul Muluk, tapi tidak bisa tertolong dan meninggal dunia,” ungkap Aris.

Sugeng, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa korban adalah nelayan perantauan yang biasa bekerja di Lampung saat musim baratan. “Orangnya merantau ke Lampung kalau musim baratan,” jelas Sugeng.

Ia menambahkan bahwa ledakan disebabkan oleh bom ikan yang diduga dirakit sendiri oleh korban. “Infonya bom ikan yang meledak,” katanya.

Saat ini, pihak keluarga dan kerabat sedang mengurus administrasi untuk memulangkan jenazah ke kampung halamannya di Citeurep, Cirebon.

Kejadian ini menyoroti kembali bahaya penggunaan bom ikan yang tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga membahayakan nyawa manusia.

Pihak berwenang diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan edukasi untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. (Erwin)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru