Prioritastv.com, Lampung Barat – Sat Lantas Polres Lampung Barat bersama Polsek Sumber Jaya berhasil mengamankan 21 kendaraan roda dua yang diduga akan digunakan dalam aksi balap liar di ruas Jalan Sanyir/Gajul, Pekon Padang Tambak, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, pada Minggu dini hari (2/2/2025).
Kapolsek Sumber Jaya, AKP Rekson Syahrul, memimpin operasi dari arah Sumber Jaya, sementara tim dari Sat Lantas Polres Lampung Barat yang dipimpin oleh Kasat Lantas IPTU Deni Saputra bergerak dari arah Liwa menuju lokasi yang sama.
Razia ini merupakan langkah proaktif kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas serta merespons keluhan warga terkait maraknya aksi balap liar yang meresahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam operasi tersebut, petugas menindak kendaraan yang diduga kuat akan digunakan untuk balap liar. Selain memberikan tilang kepada para pelanggar, polisi juga memberikan edukasi tentang bahaya balapan liar serta larangan penggunaan knalpot brong.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar Kasat Lantas Iptu Deni Saputra.
Sebagian besar kendaraan yang diamankan digunakan oleh anak-anak remaja yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Polisi juga mendata para pemilik kendaraan dan memberikan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Kasat menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli rutin serta menindak tegas pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami akan terus melakukan patroli dan razia untuk memastikan ketertiban di jalan raya. Balap liar bukan hanya mengganggu ketenangan warga, tetapi juga dapat menimbulkan kecelakaan fatal,” tegasnya.
Ke depan, Polres Lampung Barat akan meningkatkan kegiatan patroli malam dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama kepada para remaja, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar.
“Diharapkan, langkah ini dapat menciptakan situasi lalu lintas yang lebih aman dan kondusif di wilayah Lampung Barat,” tutupnya. (Kamto Winendra)







