Prioritastv.com, Jombang, Jawa Timur – Warga digegerkan penemuan mayat perempuan yang ditemukan warga di kanal Turi Tunggorono, Dusun Peluk, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa 11 Februari 2025 sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat ditemukan, korban mengalami luka di bagian kening, bercak darah di bawah mulut, serta beberapa luka gores di tubuhnya.
Petugas dari Polsek Megaluh dan Polres Jombang segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Jombang untuk dilakukan otopsi guna mengetahui penyebab kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Identitas korban akhirnya terungkap, ia ternyata seorang siswi kelas 3 SMA bernama Putri Regita Amanda (18), warga Desa Sebani Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang.
Terungkapnya identitas korban bermula dari informasi penemuan mayat yang beredar di media sosial. Keluarga korban yang melihat informasi tersebut langsung mendatangi kamar jenazah RSUD Jombang untuk memastikan.
Paman korban, Suwari (54), memastikan bahwa mayat perempuan yang mengenakan sweater kuning dan celana panjang hitam itu adalah keponakannya.
“Korban namanya Putri, dia keponakan saya,” ujar Suwari kepada wartawan di kamar jenazah RSUD Jombang.
Putri merupakan anak kedua dari dua bersaudara, anak dari Misman (59) dan mendiang Wiwit Indayati, yang meninggal dunia sekitar satu tahun lalu.
“Putri tinggal serumah dengan ayahnya. Dia kelas 3 SMA, sebentar lagi lulus,” tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra, mengungkapkan bahwa dari hasil otopsi, korban mengalami luka sobek di kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul serta benturan di perut. Namun, penyebab utama kematian korban adalah tenggelam.
“Pada saat korban masuk ke sungai, posisinya masih hidup. Kami menduga korban dibuang ke sungai dalam kondisi tidak berdaya hingga akhirnya meninggal karena tenggelam,” jelas AKP Margono.
Berdasarkan keterangan keluarga, Putri terakhir kali berpamitan kepada ayahnya pada Senin sore 10 Februari 2025 untuk melakukan transaksi COD (Cash on Delivery) barang.
Namun, ia tidak kembali hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan harinya. Selain itu, motor dan handphone korban juga hilang, diduga dibawa oleh pelaku.
“Kami telah memeriksa pihak keluarga yang mengonfirmasi bahwa kendaraan dan ponsel korban tidak ditemukan. Kami menduga pelaku mengambil barang-barang tersebut setelah membuang korban ke sungai,” ungkap Margono.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, seperti pakaian yang dikenakan korban serta perhiasan berupa kalung dan cincin yang masih melekat di tubuhnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dengan menggali informasi dari saksi-saksi, termasuk teman sekolah korban, untuk mengungkap kronologi kejadian sebelum korban ditemukan meninggal.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami meminta doa dan dukungan masyarakat agar pelaku segera ditemukan dan kasus ini dapat segera terungkap,” tutup AKP Margono. (Dekki)







