Prioritastv.com, Pesawaran, Lampung – Sejarah baru terukir di Provinsi Lampung dengan deklarasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Lampung Pesisir. Bertempat di aula Balai Pertemuan Rakyat Desa Padang Cermin, Pesawaran, Sabtu 15 Februari 2025.
Musyawarah Besar (Mubes) yang dihadiri ratusan peserta ini menjadi langkah awal perjuangan pemekaran wilayah dari Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus.
DOB Kabupaten Lampung Pesisir diusulkan mencakup lima kecamatan dari Kabupaten Pesawaran, yakni Punduh Pidada, Marga Punduh, Padang Cermin, Way Ratai, dan Teluk Pandan. Sementara dari Kabupaten Tanggamus, dua kecamatan yang turut bergabung adalah Kelumbayan dan Kelumbayan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Deklarasi ini dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang terdiri dari kepala desa/pekon, anggota BPD dan BHP, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, serta aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kelumbayan-Kelumbayan Barat (HIMKA).
Mubes diawali dengan pemaparan hasil kajian akademik oleh Prof. Dr. Wan Abbas Zakaria dan Dr. Asrian Hendi Cahya dari Universitas Lampung. Dalam pemaparannya, Prof. Wan Abbas menegaskan bahwa secara akademik, Kabupaten Lampung Pesisir memiliki kelayakan kuat untuk menjadi DOB yang mandiri.
Dukungan terhadap pemekaran ini juga datang dari Bupati Pesawaran, H. Dendi Ramadhona. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen untuk memperjuangkan pembentukan Kabupaten Lampung Pesisir di tingkat legislatif.
“Kami mendukung penuh dan siap membahas usulan ini di tingkat kabupaten agar segera diparipurnakan oleh DPRD,” ujar Dendi Ramadhona.
Ketua Panitia Mubes, Toni Mahasan, menyampaikan rasa syukur atas dukungan luas yang diterima. Menurutnya, kehadiran Bupati dan anggota DPRD Pesawaran merupakan bukti nyata dukungan terhadap perjuangan pemekaran.
“Secara akademik, DOB ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan. Langkah berikutnya adalah melengkapi persyaratan administratif dan mengagendakan pertemuan dengan Bupati Tanggamus untuk mendapatkan restu dari masyarakat Kelumbayan dan Kelumbayan Barat,” kata Toni.
Muzanni Gelar Temenggung Sangun Kakhai, tokoh masyarakat Kelumbayan Barat, menyambut deklarasi ini dengan penuh optimisme. Ia menegaskan bahwa pemekaran ini adalah langkah penting untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.
“Kami siap memperjuangkan DOB ini agar pembangunan lebih merata, infrastruktur semakin baik, dan pelayanan publik lebih optimal. Lampung Pesisir memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata, yang harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan akademik, politik, dan masyarakat, langkah pembentukan Kabupaten Lampung Pesisir kini memasuki babak baru. Perjuangan masih panjang, tetapi deklarasi ini menjadi tonggak awal dalam mewujudkan daerah otonomi baru yang lebih maju dan sejahtera. (Erwin)







