Prioritastv.com, Jakarta – Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek). Pengunduran dirinya disampaikan melalui surat yang telah ia tulis sejak semalam dan diserahkan ke Sekretariat Negara.
Satryo terlihat kembali ke Gedung D Kemendikti di kawasan Senayan, Jakarta, sekitar pukul 15.00 WIB dengan mobil Toyota Camry hitam berpelat RI 25.
Keputusan pengunduran diri Satryo diikuti dengan pengangkatan Brian Yuliarto sebagai penggantinya. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Brian dalam sebuah acara di Istana Kepresidenan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Brian, yang merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Tahun 2024-2029.
Dalam sumpah jabatannya, Brian berjanji akan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucapnya.
Satryo Soemantri Brodjonegoro menegaskan bahwa dirinya mundur secara sukarela, bukan diberhentikan.
“Alasan utamanya karena saya sudah bekerja keras selama empat bulan ini. Namun, mungkin karena tidak sesuai dengan harapan pemerintah, ya saya lebih baik mundur daripada diberhentikan,” ujar Satryo.
Satryo menyatakan bahwa ia memilih untuk mengundurkan diri secara legowo.
“Saya sudah bekerja dengan maksimal, tidak ada pamrih, tulus. Kalau memang tidak cocok, lebih baik saya mundur,” tuturnya.
Sebelumnya, Satryo sempat menjadi sorotan publik setelah rekaman suara yang diduga miliknya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terdengar memarahi pegawai di rumah dinas karena permasalahan air.
Selain itu, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemendikti Saintek sempat menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencopotannya, dengan alasan gaya kepemimpinannya dianggap arogan.
Menanggapi berbagai kontroversi tersebut,
Dengan pergantian ini, diharapkan Brian Yuliarto dapat membawa arah baru bagi Kemendikti Saintek dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia.
Sebagai informasi, ini pertama kalinya Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet sejak resmi menjabat Presiden pada 20 Oktober 2024. Satryo Soemantri Brodjonegoro juga merupakan menteri pertama yang di-reshuffle oleh Prabowo dalam Kabinet Merah Putih. (Ubay)







