Prioritastv.com, Bandar Lampung – Musibah tanah longsor melanda kawasan Jl. Sisingamangaraja Gg. Kelinci, RT 06 Lk2, Gedong Air, Bandar Lampung, pada Jumat malam 21 Februari 2025 sekitar pukul 22.25 WIB.
Kejadian ini menyebabkan pondasi rumah jebol dan bangunan roboh, mengakibatkan korban jiwa serta kerugian materi yang cukup besar.
Dalam insiden tragis ini, dua orang dilaporkan meninggal dunia, yaitu Hariyadi Prabowo bin Mardiono (39) dan Rosmaini binti M. Ramin (38). Jenazah kedua korban telah dibawa ke RSUD Tjokro Dipo, Bandar Lampung, untuk dipulasara sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski peristiwa ini merenggut dua nyawa, dua anak korban berhasil selamat dari reruntuhan rumah yang hancur, yaitu M. Riski Hakiki (5) dan Aisyah Umaroh (1,5).
Keduanya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan saat ini berada dalam perawatan serta pendampingan keluarga.
Akibat longsor ini, rumah korban hancur total dan sebagian besar perabotan tertimbun reruntuhan. Kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta.
Baca Juga :
Sutiyem Tewas Terseret Banjir di Bandar Lampung, Mobil Terjebak di Drainase.
Warga sekitar bersama petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim penyelamat, dan aparat setempat langsung turun tangan untuk melakukan evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan.
Widarto (60), tetangga belakang rumah korban, menceritakan peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba. Menurut dia, saat hujan turun deras, tanah di belakang rumah korban langsung ambrol.
“Enggak ada suara apa-apa sebelumnya. Tiba-tiba ada suara kencang, pas kami keluar rumah di belakang itu sudah tertimpa longsor,” kata Widarto ditemui di lokasi, Sabtu (22/2/2025) pagi.
Kepala BPBD Bandar Lampung mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, agar lebih waspada terhadap potensi bencana, terutama di musim hujan dengan curah tinggi seperti saat ini.
Pemerintah daerah juga dikabarkan tengah menyiapkan bantuan bagi keluarga korban serta upaya mitigasi agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Musibah ini menjadi peringatan bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan atau wilayah dengan struktur tanah yang labil. Dengan meningkatnya curah hujan, risiko longsor semakin besar, sehingga penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah.
Semoga keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini, dan bagi korban selamat, mendapatkan pendampingan serta bantuan yang dibutuhkan untuk memulihkan kondisi mereka pasca bencana. (Erwin)







