Datangkan Diduga Preman Flores ke Universitas Malahayati, Masyarakat Lampung Bersatu Tuntut Kadafi dan Rusli Bintang Minta Maaf Secara Terbuka

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 13:15

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan preman dari Jakarta saat akan memasuki kampus Universitas Malahayati Bandar Lampung, Minggu 2 Februari 2025, pagi | Erwin/Media Prioritastv.com.

Ratusan preman dari Jakarta saat akan memasuki kampus Universitas Malahayati Bandar Lampung, Minggu 2 Februari 2025, pagi | Erwin/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Bandar Lampung – Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Masyarakat Lampung Bersatu (MLB) menggelar musyawarah untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait kedatangan rombongan massa dari Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Universitas Malahayati Lampung.

Pertemuan tersebut berlangsung di Sekretariat DPP Laskar Lampung Indonesia, Jalan Amir Hamzah, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, pada Senin (3/3/2025). Dalam kesempatan itu, MLB menuntut pertanggungjawaban dari Muhammad Kadafi dan Rusli Bintang atas kejadian tersebut.

Pernyataan sikap dibacakan oleh Ketua DPC Laskar Lampung Kota Bandar Lampung, Destra Yudha S.H., M.Si., di hadapan para tokoh yang hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengecam tindakan tersebut karena masyarakat Lampung merasa terganggu dan terusik dengan peristiwa itu,” ujar Destra.

MLB pun mengajukan dua tuntutan utama kepada Kadafi dan Rusli Bintang:

  1. Menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Lampung.
  2. Berjanji untuk tidak mengulangi kejadian serupa di masa mendatang.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam pertemuan ini, termasuk Ir. Nerozelli Agung Putra (Ketum DPP Laskar Lampung Indonesia), Panji Nugraha Ab SH (Sekjen), Wahyudi SE (Waka Pemerintahan), Kolonel (Purn) Sukardiansyah (AMBL), H. Johan Nasri (Laskar Merah Putih), serta perwakilan dari berbagai organisasi dan komunitas adat Lampung.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Muhammad Kadafi maupun Rusli Bintang terkait tuntutan ini. Masyarakat Lampung Bersatu berharap agar permintaan mereka segera dipenuhi demi menjaga kondusivitas di daerah. (Erwin)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru