Tambang Ilegal di Lampung Tengah Rusak Jalan dan Lingkungan, Bupati Ardito Segera Ambil Cek

- Jurnalis

Senin, 10 Maret 2025 - 00:20

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Hancur di Kampung Sri Way Langsep dan Waya Krui, Kecamatan Kalirejo akibat kendaraan tambang illegal.

Jalan Hancur di Kampung Sri Way Langsep dan Waya Krui, Kecamatan Kalirejo akibat kendaraan tambang illegal.

Prioritastv.com, Lampung Tengah – Masyarakat di Kampung Sri Way Langsep dan Waya Krui, Kecamatan Kalirejo, mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak akibat aktivitas tambang ilegal. Puluhan truk bertonase besar melintasi jalanan setiap hari, memperparah kerusakan dan mengancam keselamatan warga.

Kerusakan jalan ini bukan masalah baru. Warga mengungkapkan bahwa selama lima tahun terakhir, jalanan di wilayah mereka berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan dan dipenuhi debu saat panas.

“Kami sudah terlalu lama menderita. Jalan kami rusak parah, debu masuk ke rumah, dan banyak kecelakaan terjadi, bahkan sampai merenggut nyawa,” kata David, salah satu warga setempat, Senin (10/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tambang pasir liar yang beroperasi di Kampung Payung Dadi, Kecamatan Pubian, dan Kampung Sendang Retno, Kecamatan Sendang Agung, semakin merajalela.

Proses pengerukan menggunakan alat berat seperti excavator dan mesin penyedot pasir terus berlangsung tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Saat dikonfirmasi mengenai masalah ini, Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, mengaku terkejut dan belum mengetahui adanya tambang ilegal di wilayahnya.

“Ada tambang pasir ilegal? Saya coba tanya ke bawah dulu ya. Maaf, saya baru tahu. Saya pastikan kebenarannya dan seberapa besar dampaknya di lapangan. InsyaAllah kami akan ambil keputusan secepat mungkin,” ujar Ardito.

Namun, pernyataan bupati ini menuai reaksi skeptis dari warga. “Sudah lima tahun jalan kami rusak, bagaimana bisa pemerintah daerah tidak tahu? Truk-truk itu lalu lalang setiap hari, siang dan malam,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Hingga kini, belum ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah untuk menertibkan tambang ilegal tersebut. Warga berharap ada langkah konkret untuk menghentikan aktivitas ilegal ini sebelum semakin banyak korban berjatuhan.

Sementara itu, publik terus mendesak aparat hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku tambang ilegal dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembiaran praktik merugikan ini. (Erwin)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru