Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung –
DISCLAIMER: Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Tragedi meninggalnya PN (37), warga Pekon Sukoharjo I, Pringsewu, Lampung, menyisakan duka mendalam dan satu misteri: sepucuk surat perpisahan yang diduga ditulis sebelum dirinya mengakhiri hidup.
Surat yang ditemukan di lokasi kejadian mengungkapkan rasa lelah dan keputusasaan korban dalam menghadapi tekanan kehidupan, termasuk masalah dalam hubungan asmara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Isi surat yang ditulis tangan itu penuh dengan curahan hati korban. PN mengungkapkan kesulitannya menjalani kehidupan sebagai seorang duda yang tinggal hanya dengan ibunya.
Di dalamnya, ia juga menyebut soal tekanan finansial dan kekecewaan dalam urusan percintaan.
“Surat tersebut cukup emosional. Tidak kami publikasikan seluruhnya demi menjaga privasi keluarga. Namun, isinya menunjukkan korban mengalami beban mental berat,” ujar Kapolsek Sukoharjo AKP Juniko, Kamis (8/5/2025).
Menurut Juniko, surat perpisahan sering kali menjadi tanda terakhir dari seseorang yang mengalami depresi atau tekanan hidup yang tak tertahankan.
Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap orang-orang di sekeliling mereka.
“Perhatian kecil bisa jadi penyelamat bagi seseorang yang sedang mengalami krisis mental. Mari lebih peduli dan sensitif terhadap tanda-tanda depresi,” tutupnya. (Samuel)







