Prioritastv.com, Pringsewu, Lampung – Seorang peternak bebek di Kabupaten Pringsewu, Lampung, terbongkar memiliki “profesi ganda” yang jauh dari harapan warga sekitar.
Pria berinisial SI alias Bilung (53), yang dikenal sebagai peternak bebek di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, justru diam-diam menjadi pengedar sabu.
Aksinya terhenti setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Pringsewu menggerebek rumahnya pada Rabu pagi (8/5/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB, tepat saat SI tengah menikmati sabu di ruang tamu.
“Petugas kami langsung menyergap dan sempat terjadi upaya pelarian, namun tersangka berhasil diamankan hanya beberapa meter dari rumahnya,” kata Kasat Narkoba Polres Pringsewu, AKP Candra Dinata, Jumat (9/5/2025).
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat total 0,46 gram. Selain itu, turut disita alat hisap dan barang bukti pendukung lainnya.
Kasat menyebut, pada awal pemeriksaan, SI berdalih bahwa dirinya hanya pemakai. Namun dari hasil pendalaman dan bukti-bukti kuat, pria yang pernah dipenjara dalam kasus serupa ini akhirnya mengakui perannya sebagai pengedar.
“Dia pernah menjalani hukuman di Lapas Way Gelang, Kota Agung. Usai keluar, sempat mencoba hidup lurus dengan beternak bebek. Tapi karena penghasilan tak mencukupi, dia kembali terjun ke dunia narkoba,” jelas AKP Candra.
Kasus ini kini tengah dikembangkan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba bersama tersangka SI, termasuk kemungkinan adanya pemasok tetap.
“Tersangka dijerat Pasal 112 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tegas Candra Dinata.
Polres Pringsewu mengimbau masyarakat agar menjauhi narkoba dan tidak terjebak dalam iming-iming keuntungan instan dari bisnis haram tersebut.
Kepolisian juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkoba di lingkungannya.
“Pemberantasan narkoba butuh kerja sama semua pihak. Kami berharap masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi peredaran gelap narkotika,” pungkasnya. (Samuel)







