Atap Rumah Roboh Diterjang Angin, Penyandang Disabilitas di Pringsewu Terabaikan, Siapa yang Kecolongan dalam Pendataan Sosial?

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 09:51

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah Larto yang rusak parah akibat angin kencang di Candi Retno, Pagelaran Pringsewu. Atap dan dindingnya hampir roboh, Selasa 13 Mei 2025 | Davit/Media Prioritastv.com.

Kondisi rumah Larto yang rusak parah akibat angin kencang di Candi Retno, Pagelaran Pringsewu. Atap dan dindingnya hampir roboh, Selasa 13 Mei 2025 | Davit/Media Prioritastv.com.

Prioritastv.com, Pringsewu – Musibah yang menimpa Larto penyandang disabilitas fisik di Candiretno, kecamatan Pagelaran, Pringsewu, di mana atap rumahnya roboh diterjang angin kencang, kembali membuka tabir lemahnya pengawasan dan pendataan sosial di daerah ini, Kamis (15/5/25).

Ironisnya, hingga saat ini korban belum menerima bantuan perbaikan atau rehabilitasi rumah dari pemerintah maupun instansi terkait.  Keadaan tersebut jelas menimbulkan pertanyaan besar di mana pengawasan dan pendataan sosial yang seharusnya memastikan warga rentan mendapat perhatian cepat dan prioritas?

Dinas Sosial Pringsewu pun mendapat sorotan tajam atas ketidaktepatan data yang membuat korban masih terabaikan. Padahal, Dinas Sosial memiliki peran vital dalam mendata dan mengawal warga rentan agar tak terlantar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah pekon sebagai garda terdepan pendataan sosial juga harus bertanggung jawab atas kelambanan ini. Pendataan yang hanya bersifat formal tanpa tindak lanjut nyata menjadi akar masalah yang membuat warga penyandang disabilitas harus menunggu bencana terlebih dahulu baru mendapatkan perhatian.

Kurangnya koordinasi antara Dinas Sosial, pemerintah pekon, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) semakin memperparah kondisi ini. Ketiganya harus segera memperbaiki sinergi agar pendataan dan penanganan bencana berjalan efektif dan warga rentan tidak lagi terabaikan.

Musibah ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah Pringsewu untuk segera memperbaiki sistem pendataan sosial dan pengawasan. Jika tidak, warga rentan akan terus menanggung beban akibat sistem yang gagal ini.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih menunggu jawaban atas konfirmasi yang dilayangkan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu terkait penanganan kasus ini.

(Red)

Berita Terkait

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9
Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya
BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi
Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus
Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar
Resahkan Warga, Polres Tanggamus Bubarkan Balapan Liar di Gisting, Empat Motor Disita Polisi
Hasil Audit AUTJ Sudah di Bupati, Perlemanta Tagih Kejelasan Tindak Lanjut di DPRD Tanggamus
20 Pejabat Lolos Seleksi Administrasi Selter Lima Jabatan Eselon II Pemkab Tanggamus, Ini Daftarnya
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23

Rentetan Gempa Guncang Tanggamus Lampung Sore Ini, BMKG Catat Magnitudo hingga 3,9

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:45

Curi Dua Motor dalam Semalam di Pringsewu, Pria Lampung Tengah Ditembak Kedua Kakinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:35

BreakingNews: Dua Hari Tak Terlihat, Pedagang Kota Agung Tanggamus Ditemukan Meninggal di Depan Kamar Mandi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:37

Polisi Tangkap Tiga Orang Dalam Penggerebekan Dugaan Peredaran Sabu di Gisting Tanggamus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:00

Satlantas Polres Tanggamus Intensifkan Pengamanan Lalu Lintas dan Sebrangkan Pelajar

Berita Terbaru