Prioritastv.com, Pringsewu – Aroma skandal kembali menyeruak dari tubuh aparatur sipil negara. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang oknum pejabat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lampung Tengah berinisial AS, yang diduga terlibat hubungan terlarang dengan seorang guru SD berinisial MD di Pringsewu.
AS yang dikenal sebagai influencer ASN dan PPPK di Instagram ini, terciduk warga dalam penggerebekan yang terjadi pada Selasa malam (13/5) di sebuah rumah di RT 004 / LK 002, Kelurahan Pajaresuk, Pringsewu. Diduga kuat, AS berada di dalam kamar milik MD saat penggerebekan terjadi.
Sumber warga menyebut, sempat terjadi adu mulut antara AS dan warga yang merasa geram dengan dugaan perselingkuhan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Iya, benar ada penggerebekan. Katanya soal perselingkuhan, tapi infonya masih simpang siur,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, saat diwawancarai Kamis (15/5/2025).
MD diketahui merupakan guru kelas di SD Negeri 1 Bumi Arum, sedangkan sang suami disebut sedang menjalani tugas dinas di luar kota saat kejadian. Menurut kesaksian warga lainnya, keberadaan AS di rumah MD bukan kali pertama.
“Datengnya malam-malam, lampu rumah mati. Masuk rumah nunduk-nunduk. Subuh baru keluar lagi, itu pun rebahan di kursi belakang mobil. MD yang nganterin. Hampir tiap hari begitu. Ya lama-lama kami curiga dan ternyata benar, ada laki-laki,” ungkap warga yang menjadi saksi pengintaian warga lainnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 1 Bumi Arum, Tuti, membenarkan bahwa MD adalah guru di sekolahnya. Namun ia menyatakan belum bisa mengambil sikap lantaran masih menunggu klarifikasi dan data yang valid.
“Bu MD sudah klarifikasi ke saya, katanya berita itu tidak benar. Kami masih menunggu perkembangan,” ujar Tuti via pesan WhatsApp.
Di sisi lain, Lurah Pajaresuk, Mukhairoh, justru membantah terjadi penggerebekan. Menurutnya, yang terjadi hanyalah salah paham warga atas kunjungan AS ke rumah MD di luar jam wajar.
“Itu AS cuma bertamu lewat jam saja. Jadi nggak ada gerebek-gerebekan,” kilahnya.
Meski demikian, fakta-fakta lapangan dan testimoni warga menunjukkan adanya pola yang tak wajar dari intensitas dan waktu kunjungan AS ke rumah MD. Jika dugaan ini terbukti benar, bukan hanya soal moral yang tercoreng, tapi juga kredibilitas institusi ASN yang kembali dipertanyakan.
Namun hingga berita ini diturunkan, baik AS maupun MD belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi langsung atas tudingan yang beredar. (Davit)







