Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menurunkan tim khusus untuk melakukan penangkapan terhadap seekor buaya muara yang memangsa seorang warga di Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.
Langkah cepat ini dilakukan menyusul laporan dari Camat Semaka Syafrizal dan Kepala Pekon Sripurnomo Ilmudin, setelah peristiwa tragis yang menggegerkan warga setempat.
Tim yang dipimpin oleh Yuliar, terdiri dari tiga personel BKSDA, langsung melakukan survei dan pengecekan lokasi di titik-titik kemunculan buaya bersama camat, kepala pekon, serta warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Akan dipasang tiga perangkap buaya, kalau tali-temalinya cukup, kita akan pasang di tiga titik lokasi kemunculan buaya,” ujar Yuliar saat ditemui di lokasi, Rabu 2 Juli 2025.
Yuliar menjelaskan bahwa metode penangkapan kali ini menggunakan sistem perangkap kolong dengan umpan hidup seperti bebek dan ayam, serta bangkai untuk memancing buaya mendekat. Metode ini pernah digunakan sebelumnya dan dinilai cukup efektif.
“Tahun lalu kita juga berhasil menangkap buaya di wilayah ini dengan cara yang sama,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa operasi penangkapan direncanakan berlangsung selama empat hari, dari Rabu hingga Minggu.
Namun, jika upaya penangkapan belum berhasil, akan dilaporkan ke pimpinan untuk kemungkinan perpanjangan masa tugas atau penurunan tim lanjutan.
Mengenai jenis buaya, Yuliar menyebut buaya tersebut merupakan buaya muara yang kemungkinan besar naik ke pemukiman karena habitat aslinya terganggu.
“Kemungkinan besar pakan di habitat asalnya sudah berkurang, sehingga buaya mencari lokasi baru untuk bertahan hidup,” pungkasnya.
Kehadiran buaya muara di pemukiman warga menjadi ancaman serius, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta tidak beraktivitas di sekitar sungai hingga proses penangkapan selesai.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria lanjut usia di Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, tewas setelah diserang buaya saat mandi di aliran Sungai Way Semaka, Senin (30/6/2025) siang.
Korban diketahui bernama Wasim, berusia 80 tahun, warga RT 02 RW 01 Pekon Sripurnomo. berhasil ditemukan dalam tempo satu jam atau pukul 13.00 WIB, setelah buaya timbul dengan membawa korban di mulutnya dalam keadaan meninggal dunia. (Herdi)







