Prioritastv.com, Tanggamus, Lampung – Pemerintah Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di aliran Sungai Semaka, menyusul serangkaian kemunculan dan serangan buaya liar dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pekon (Kakon) Sripurnomo, Ilmudin, mengatakan bahwa upaya pencegahan dilakukan secara langsung dengan menyampaikan imbauan kepada warga, memasang spanduk peringatan di sejumlah titik rawan, serta mengumumkan peringatan menggunakan pengeras suara yang dipasang di mobil ambulance pekon yang berkeliling kampung.
“Kami telah memasang spanduk peringatan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Buaya di Sungai’ dan secara rutin melakukan woro-woro keliling menggunakan ambulance pekon. Ini sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat agar tidak berenang, menyelam, atau beraktivitas apa pun di sungai,” kata Ilmudin kepada Media Prioritastv.com, Sabtu 5 Juli 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, buaya diketahui lebih agresif pada waktu-waktu tertentu, yakni saat subuh, pagi hari, sore hingga malam hari.
Oleh karena itu, larangan keras diberlakukan untuk semua jenis aktivitas di sungai seperti mencuci, mandi, buang air besar (BAB), bahkan hanya sekadar bermain di tepian sungai.
“Keselamatan adalah yang utama. Jangan ambil risiko. Serangan buaya bisa terjadi kapan saja, dan kita tidak bisa memprediksi. Sudah ada korban, dan ini harus jadi pelajaran bersama. Kami tegaskan, untuk terakhir kalinya, sayangi hidupmu demi keluarga,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Wasim, berusia 80 tahun, warga RT 02 RW 01 Pekon Sripurnomo. berhasil dievakusi pada Senin (30/6/2025) pukul 13.00 WIB, setelah buaya timbul dengan membawa korban di mulutnya dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa mengerikan juga terjadi Selasa sore (13/5/2025), Maryati (52), seorang ibu rumah tangga, mengalami luka serius dan patah tulang pada kaki kirinya akibat serangan buaya saat mandi di aliran sungai dekat rumahnya di RT 06 Dusun 03.
Korban lainnya, pada Selasa, 25 Juni 2024 sekitar pukul 14.50 WIB ditemukan dalam keadaan meninggal dunia adalah Painah (51), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di RT.004 RW. 002.
Pada hari yang sama, korban yang terluka akibat gigitan buaya adalah Ngatini (58), juga seorang ibu rumah tangga yang juga tinggal di di RT.004 RW. 002, Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. (Herdi)







